Yamaha Lexi

Menyambangi Pasir Pahlawan Oto Iskandar Dinata di Lembang

  Selasa, 18 Juni 2019   Andres Fatubun
Monumen Pasir Nasional (MPN) R Oto Iskandar Dinata di Desa Gudang Kahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (17/6/2019). (Sheila Salsabila)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Tidak semua pahlawan kemerdekaan dimakamkan di taman makam pahlawan. Salah satunya adalah R Oto Iskandar Dinata 

Pahlawan asli Bandung yang gugur pada tahun 1945 dimakamkan di daerah utara Kota Bandung tepatnya di Desa Gudang Kahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Dia adalah Menteri Negara Republik Indonesia 

Pria yang bernama Raden Oto Iskandar Dinata ini lahir di Bojongsoang, Kabupaten Bandung pada 31 Maret 1897. Ia wafat di daerah Banten pada 20 Desember 1945, ketika umurnya 48 tahun.

“Menurut cerita, yang di makamkan ini bukan jasadnya melainkan pasir dan darah yang dikubur disini,” ujar Yadi Haryadi (60) sebagai penjaga makam saat ditemui di Monumen Pahlawan Nasional Oto Iskandar Dinata Sabtu (17/6/2019).

Selain makam Oto Iskandar Dinata, disini juga terdapat beberapa nisan pahlawan lainnya. Salah satunya adalah makam anak dari Oto Iskandar Dinata yaitu Mayjen. H. Sentot Iskandar Dinata.

Juga ada monumen berbentuk 3 tembok terpisah yang memiliki tulisan “Bihari ngancik di kiwari ayeuna ngagelar jaga”, “Merdeka atau mati”, dan monumen pesermian oleh Gubernur Jawa Barat kala itu.

“Diresmikannya kompleks Monumen Pahlawan Nasional Oto Iskandar Dinata ini pada tahun 1981 oleh Gubernur Jawa Barat kala itu Mayor Jenderal TNI Aang Kunaefi Kartawiria,” katanya.

Lanjutnya, di setiap tanggal wafatnya Oto iskandar Dinata biasa dilakukan peringatan oleh warga desa dan kecamatan sekitar dengan mengunjungi untuk berziarah kubur, berdo’a, juga mengenang jasa para pahlawan yang ada di kompleks monumen tersebut.

Jadi, bagi kalian semua yang ingin mendo’akan dan mengenang jasa para pahlawan bisa datang ke Monumen Pasir Nasional ini setiap tanggal 20 Desember.

“Saya disini sudah lebih dari 20 tahun membersihkan dan menjaga makam pak Oto, sudah bukan seperti makam orang lain ya sudah dianggap seperti makam keluarga sendiri karena kadang saya kalau membersihkan bersama keluarga saya,” tutupnya. (Sheila Salsabila)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar