Yamaha Mio S

Mengenal Naufal Rahman, Atlet Timnas Softball U-19 Asal Bandung

  Selasa, 18 Juni 2019   Fira Nursyabani
Muhammad Naufal Rahman atlet Timnas Softball U-19 seusai berhasil membawa Indonesia tiga besar di Kejuaraan Asian Men U-19 Softball Championship di Hong Kong 2017. (Dok. Muhammad Naufal Rahman)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Olahraga softball lahir di Amerika Serikat (AS), tepatnya  di Chicago, pada 1887. Pada awalnya permainan ini hanyalah sebuah aktivitas rekreasi yang dilakukan dalam ruangan terbuka.

Namun sekarang olahraga softball mulai digemarai banyak orang di Indonesia, karena banyaknya kejuaraan-kejuaraan dunia. Salah satu yang membuat softball menjadi terkenal adalah bahwa permainan ini tidak memandang gender. Baik wanita maupun pria bebas bermain softball, tidak seperti baseball yang hanya diperuntukkan bagi pria.

Melihat perkembangan softball yang sedemikan cepatnya, timbullah perhatian Indonesia terhadap cabang olahraga ini secara serius. Mulanya softball hanya berkembang di Jakarta, Bandung, Pelembang, Semarang, dan Surabaya. Tetapi kini olahraga ini telah menjadi salah satu cabang olahraga yang yang sangat digemari masyarakat, terutama para pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia.

Untuk menyalurkan kegiatan-kegiatan softball di Indonesia, diperlukan suatu badan yang mengaturnya. Maka dibentuklah Organisasi Induk dengan nama Perserikatan Baseball & Softball Amatir Seluruh Indonesia (Perbasasi). Setelah adanya Perbasasi, mulailah diadakan kompetisi softball tingkat nasional.

Kejuaraan Nasional I diselenggarakan pada 1967 di Jakarta. Di samping itu sejak PON VII di Surabaya, softball menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di pekan olahraga seluruh Indonesia itu.

Softball dimainkan oleh dua tim di lapangan softball, dengan jumlah tim 9 orang di dalamnya dan selebihnya merupakan cadangan. Posisi 9 orang pemain ini adalah 1 orang pitcher, 1 orang catcher, dan 7 orang bertahan/fielder yang terbagi dalam 4 penjaga daerah dalam (infielder) dan 3 orang penjaga daerah luar (outfielder). Permainan terdiri dari 9 babak yang disebut inning.

 

Sosok Atlet Muda Softball Bandung

Salah satu pemain sekaligus atlet muda softball asal Kota Bandung yang berhasil dijumpai ayobandung.com adalah Muhammad Naufal Rahman atau yang akrab disapa dengan sebutan Ipay.

Dilahirkan di Kota Bandung pada 7 Januari 1998, Ipay merupakan atlet softball muda asal Bandung yang pernah meraih prestasi di berbagai kejuaran. Salah satunya adalah gelaran kejuaraan Asian Junior Men U-19 Softball Championship 2017, dengan masuk level tiga besar.

Saat ditanya tentang awal kariernya sampai dengan kejuaraan-kejuaraan yang pernah diraih bersama timnya, pria dengan perawakan tinggi ini terlihat sangat antusias.  Ia mengaku memulai awal karirnya di softball saat duduk di kelas VIII SMP Negeri 2 Bandung dan kemudian melanjutkannya di SMA Negeri 8 Bandung.

Saat itu ia yang pernah menjadi atlet sepakbola, memutuskan untuk berhenti karena cedera engkel bagian kanan dan engkel bagian kiri. Ia kemudian mulai tertarik dengan teman-temannya yang bermain softball.

“Sebenernya saya ingin menjadi pemain sepakbola. Namun, apa daya saat itu cideranya lumayan. Alhasil sejak saat itu tertarik pingin pindah ke softball karena banyak temen yang mainnya, siapa tau bisa nyumbang piala kejuaran” ujar Ipay kepada ayobandung.com di kediamannya Jl. Mukti Selatan I No. 3 pada Senin (17/6/2019).

Keterbatasan sebuah peralatan ketika awal menggeluti cabang olahraga ini, tidak membuat Ipay putus semangat. Dengan kondisi seperti itu, ia berpikir keras untuk bisa mendapatkan peralatan softball. Akhirnya Ipay memutuskan untuk meminjam sejumlah uang kepada teman-temannya.

“Jujur, awal saya masuk dan latihan tidak punya alat. Sampai meminjam uang ke temen-temen untuk beli alatnya dulu” ujar Ipay saat  ditanya mengenai awal mula karirnya.

Awal keisengannya tersebut nyatanya berhasil membulatkan pikiran dan nuraninya untuk serius menggulati cabang olahraga itu. Ipay pun akhirnya terpilih menjadi pemain untuk mengikuti kejuaraan Indonesia Little League. Pada saat itu timnya menduduki posisi di peringkat tiga.

“Asli tidak menyangka bakal dipanggil, pasalnya saya baru latihan kurang lebih sebulan. Ya dari situ tertarik dan ingin serius dapet prestasi yang banyak dari softball” lanjut Ipay.

 

Kejuaran yang Pernah Diraih

Sejak saat itu, Ipay mulai tertarik dengan berbagai kejuaran softball, baik itu tingkat sekolah, daerah, provinsi, nasional, dan bahkan sampai dengan kejuaraan internasional pernah digelutinya. Seperti pada 2016. TTahun menjadi tahun yang begitu menawan bagi Ipay. Pasalnya di tahun tersebut dirinya dipercaya mengikuti empat kejuaraan secara berurutan.

Seperti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Baseball U-19  dengan raihan Juara 1 bersama timnya, Indonesia BFA International Championship dengan target merubah posisi Indonesia, Kejuaraan Sluger Cup dengan perolehan Juara 1, dan Kejurnas Softball dengan perolehan Juara 2 pada saat itu. Hal tersebut sangat di luar dugaan Ipay sendiri.

            “Ga nyangka ajasih ditahun itu dapet dipercaya dikejuaran-kejuaran yang cukup besar bagi atlet baru seperti saya” tutur Ipay sembari menawarkan minuman yang telah disediakan.

            Tidak hanya berhenti distu saja, di tahun selanjutnya Ipay dipercaya lagi bersama timnya untuk mencatat sejarah baru di tahun 2017. Diantaranya kejuaraan Asian Junior Men U-19 Softball Championship yang saat itu diselenggarkan di Hong Kong dengan perolehan masuk peringkat tiga besar. Ipay juga menuturkan bahwa kejuaran tersebut sangatlah berarti dan penuh perjuangan serta kenangannya meskipun tidak diposisi pertama.

            “Saya rasa hal tersebut sudah patut untuk dibanggakan, karena semua proses waktu itu udah dilakukan semaksimal mungkin”. Ujar Ipay.

            Dalam waktu dekat-dekat ini, Ipay membenarkan bahwa dirinya sedang sibuk akan latihan untuk Prapon dan Sea Games mendatang. Karena sudah dari beberapa waktu lalu, Ipay bersama timnya digenjot untuk latihan secara rutin.

Suka dan duka

Dengan banyaknya jumlah kejuaraan yang telah diraih dan dipercaya menjadi bagian dari Timnas Softball U-19 beberapa kali, dapat dikatakan menjadi salah satu “suka” dalam proses perjalanan karir. Tidak dapat dipungkuri, berbicara soal penghasilan yang di dapat kenyataan sesuai dengan proses dan kerja kerja selama pertandingan.

Dari hasil selama menjadi atlet softball, Ipay tidak lupa akan orang-orang terdekatnya yakni keluarga. Perolehan setiap hasil yang di dapat kerap sekali dirinya bagikan hasil tersebut untuk orang tua dan juga adik kakanya yang tunggal.

Selain itu, dari hasil-hasil tersebut kerap sekali dibelanjakan untuk peralatan softball, membeli beberapa fasilitas pribadi, dan tidak luput kepada orang-orang yang membutuhkan uluran tangan.

“Biasa aja sih dipake buat bagi-bagi ke orang terdekat yang mensuport, oranng tua pastinya, sama ke orang-orang yang membutuhkan” ujar Ipay sembari malu-malu.

Berbicara mengenai penghasilan dan bonus yang di dapat selama menjadi atlet softball, Ipay mengaku mendapatkan bonus mulai dari kisaran angka Rp20–50 juta, tergantung kejuaraaan yang diikuti dan perolehan yang diraih.

Dibalik kesenangan membahagiakan orang-orang terdekat dengan bonus yang dapat dikatakan cukup besar. Namun, hal ini tidak luput  dari duka-duka yang pernah dialaminya seperti cidera di beberapa bagian tubuh, dicoretnya dari tim, sampai dengan telat daftar kuliah dikarenakan fokus pada kariernya.

“Wah untuk duka aduh paling sedih kalo cedera dan gabisa main, dicoret di tim pernah, sampai telat daftar kuliah. Makanya sekarang masuk angkatan sedikit lebih muda” ujar Ipay sembari tertawa.

Di akhir perbincangan, Ipay juga berharap bisa lebih banyak memberikan prestasi bagi softball Indonesia dan dapat ikut terjun bergabung di Sea Games mendatang “Doakan saja semoga Sea Games mendatang juara, semangat Indonesia” ujar Ipay dengan ekspresi semangat sembari memperagakan juara 1 dengan jarinya. (Jaka Jamalludin Yusuf)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar