Yamaha NMax

Benny Bachtiar Hadir Jadi Saksi di Sidang Korupsi eks Wali Kota Cimahi

  Senin, 17 Juni 2019   Anya Dellanita
(Pixabay.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Setelah sempat ditunda, sidang kasus korupsi yang menjerat eks Wali Kota Cimahi, Itoc Tohija, kembali digelar. Kali ini, Staf Ahli Pemkot Cimahi, Benny Bachtiar, dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (17/6/2019).

Menurut jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Cimahi, kehadiran Benny sebagai saksi karena saat itu dia menjabat Kasubbid Perencanaan Pendapatan dan Anggaran Belanja, Setda Pemkot Cimahi. Benny dalam kesaksiannya mengatakan dia sempat diminta Itoc untuk memasukan anggaran penyertaan modal ke APBD saat menjabat.

"Saya diminta Pak Itoc sebagai staf untuk memasukan anggaran penyertaan modal di APBD 2006. Malam sebelum sidang paripurna, saya diminta memfasilitasi dengan anggota DPRD Cimahi dan bertemu di kafe di Jalan Burangrang dihadiri kepala SKPD dan sejumlah anggota DPRD," ujar Benny dari kursi saksi.

AYO BACA : Jalani Sidang Perdana, Itoc Tochija Gunakan Alat Bantu Pernapasan

Dalam persidanhan, hakim dan jaksa menanyakan pada Benny perihal instruksi Itoc untuk memasukan anggaran penyertaan modal‎ sebesar Rp27 miliar tersebut. Benny menjawab dengan mengatakan sewaktu menjabat, perda tersebut belum dibuat.

"Waktu itu perda penyertaan modal belum dibuat, dalam penyertaan modal baru dibuat sebelum," kata dia.

Selain Benny,  beberapa saksi lain juga dihadirkan dalam sidang kali ini, yakni Untung Rudianto selaku Kabag hukum, M Yani selaku Kasubbag Perbendaharaan, Richard Nicholas selaku Kasubbag Angaran dan Amrullah selaku Kasubbag Bantuan Hukum. Mereka ditanya seputar penyertaan modal tersebut.

AYO BACA : Tuntutan Jaksa: Atty Lima Tahun, Itoc 8 Tahun

Dalam sidang, Itoc sempat berbicara dengan nada tinggi sehabis mendengar pernyataan para saksi. Dia mengatakan, mereka smeua terlibat dalam rapat tersebut.

"Kalian semua terlibat dalam pembahasan rapat itu," ujar Itoc.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, kasus ini bermula ketika Pemkot Cimahi memberikan modal sebesar Rp42 miliar ke PT Lingga Buana Wisesa melalui PD Jati Mandiri. Modal itu digunakan untuk membangun Pasar Cibeureum dan Sub Terminal Cimahi di lahan lebih dari 2,400 hektare.

Direktur PT Lingga Buana Wisesa, Idris Ismail bersedia menyediakan lahan dan Pemkot Cimahi melalui BUMD PD Jati Mandiri menyediakan dana. Sayangnya, lahan tersebut masih sengketa.

Pembangunannya pun belum selesai hingga saat ini. Kesepakatan antara Pemkot Cimahi dengan PT Lingga Buana Wisesa juga berakhir dengan beberapa syarat seperti pembagian uang dari penyertaan modal tersebut.

AYO BACA : Runtuhnya Politik Kekerabatan di Cimahi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar