Yamaha Lexi

Festival Paralayang Kelas Dunia Bakal Digelar di Sumedang

  Senin, 17 Juni 2019   A. Dadan Muhanda
Rapat koordinasi antara Pemkab Sumedang dan Disparbud Jabar terkait event paralayang.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang akan menggelar festival paralayang dengan kelas dunia di sejumlah titik di Sumedang.

Sekda Sumedang Herman Suryatman mengatakan kejuaraan dunia Paralayang ini digagas dengan nama "West Java Paragliding World Festival", yang bertujuan untuk memajukan dunia pariwisata di Sumedang dan Jabar.

“Kami optimistis karena Sumedang mempunyai beberapa spot kelas dunia yang bakal diminati oleh atlet lokal dan mancanegara,” kata kepada Ayobandung.com di Bandung, Senin (17/6/2019).

Acara ini rencananya digelar pada awal Oktober mendatang selama 2-8 Oktober 2019.  Ada tiga kategori yang akan diperebutkan selama acara sepekan itu. Pertama, kategori cross country atau lintas alam yang akan mengambil lokasi di Batudua. 

Kategori kedua adalah akurasi atau kepetan mendarat di Kampung Toga dan ketiga adalah fun fly di spot Pasir Cinta Kampung Buricak Burinong Jatigede. Kategori terakhir ini untuk mengakomodir wisatawan dan masyarakat biasa yang ingin merasakan sensasi terbang menggunakan paralayang.

“Mudah-mudahan event tersebut super seru karena akan diikuti 200 pilot dari 20 negara dan akan masuk kalender wisata tahunan Jabar, nasional maupun internasional,” ujarnya.

Salah satu tokoh yang digandeng untuk mewujudkan acara tersebut adalah penggemar paralayang Al Arthur Muchtar yang populer dipanggil Bucek Depp. Bucek bersama klub Papatong menjadi mitra untuk menggelar event tersebut.

“Saya yakin, event di Sumedang ini bisa menarik para pilot dari berbagai dunia, karena lintasannya yang khas dan punya kelebihan dibandingkan spot-spot lainnya,” ujar dia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Dedi Taufik menambahkan pihaknya siap mendukung penuh West Java Paragliding World Festival tersebut. 

Apalagi kegiatan ini akan digelar secara marathon selama 7 hari, tentunya bisa menggerakan ekonomi masyarakat sekitar dan juga ekonomi di Jabar secara umum. 

“Kegiatan pariwisata itu mempunyai dampak ekonomi secara domino hingga masyarakat di level terbawah,”ujarnya.

Dia berharap festival paralayang ini bisa masuk dalam kalender event level nasional bahkan internasional. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar