Yamaha Lexi

Sidang Sengketa Pilpres, MUI Jabar: Kita Tunggu Saja Keputusan dari MK

  Senin, 17 Juni 2019   M. Naufal Hafizh
Logo MUI. (Wikipedia)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Terkait pelaksanaan sidang gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (18/6/2019), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengimbau seluruh warga tetap tenang dan mempercayakan semua proses kepada majelis hakim.

"Kita tunggu saja keputusan dari MK dan percayakan semua kepada majelis hakim di MK," kata Ketua MUI Jawa Barat Rachmat Syafei, di Bandung, Senin (17/6/2019).

AYO BACA : Sidang Sengketa Pilpres, Ridwan Kamil: Tidak Usah Datang ke Jakarta

Pihaknya juga mengimbau kepada warga Jawa Barat agar tidak turun ke jalan untuk berdemonstrasi saat sidang sengketa Pilpres 2019 berlangsung di MK.

"Dan mengimbau kepada warga bahwa proses hukum itu biasa sehingga tunggu saja keputusannya. Saya dulu punya pengalaman sebagai hakim ad hoc, jadi tidak ada pengaruhnya kalaupun datang segala macam, hakim akan menggunakan norma aturan yang ada," kata dia.

AYO BACA : KPU Nyatakan Siap Ladeni Tudingan Curang Kubu Prabowo

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak seluruh warga di Jawa Barat memantau pelaksanaan sidang gugatan PHPU Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo-Sandi, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (18/6/2019) melalui televisi.

"Saya mengimbau agar warga Jabar memonitor saja dari televisi, jadi saya imbau kepada masyarakat tidak usah datang ke Jakarta, cukup monitor dari televisi saja," kata Emil seusai menghadiri Halalnihalal Idulfitri 1440 Hijriah MUI Jawa Barat, di Bandung.

Masyarakat Jawa Barat, kata dia, diminta untuk menyerahkan semua proses sengketa hasil Pilpres 2019 kepada MK.

"Ke sana juga ada pengamanan ekstra ketat dari aparat dan ada tidak ada kehadiran masyarakat di sana, MK akan tetap melaksanakan kegiatan seperti biasa," kata dia.

AYO BACA : Tim Hukum Prabowo Sandi Minta LPSK Lindungi Hakim MK

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar