Yamaha Aerox

Kemenkumham Kaji Usulan Koruptor Dijebloskan ke Lapas Nusakambangan

  Senin, 17 Juni 2019   Fira Nursyabani
Warga binaan kasus korupsi Setya Novanto (tengah) mendengarkan ceramah saat melasanakan shalat idulfitri 1440 Hijriah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/6/2019). (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sedang mengkaji kemungkinan dijebloskannya napi kasus korupsi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan. Hal ini disampaikan Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Karya Produksi Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham Junaedi, Senin (17/6/2019).

AYO BACA : Dipindah ke Lapas Gunung Sindur, Setnov Dijamin Tak Akan Plesiran Lagi

"Masih dalam tahap kajian ya. Kajian terus dilakukan dan nanti kita tunggu saja keputusan Bapak Menteri (Yasonna Laoly)," ujar dia.

AYO BACA : Begini Kronologi Upaya Kabur Setya Novanto Menurut Ditjen PAS

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengusulkan agar pada 2019 ini terpidana perkara korupsi bisa dimasukkan ke Lapas Nusakambangan.

"Saya berpikir, ini kalau khusus tindak pidana korupsi juga ada di Nusakambangan itu lebih baik, karena di sana juga kebetulan ada yang khusus untuk narkoba," kata Agus saat diskusi media "Menggagas Kualitas Lapas" di gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/4/2019) lalu.

Mencuatnya wacana pemindahan napi kasus korupsi ini dipicu oleh terpidana korupsi kasus suap pengadaaan e-KTP, Setya Novanto, yang tertangkap kamera sedang plesiran di sebuah toko bangunan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Fotonya kemudian tersebar di dunia maya.

Saat itu, Setnov yang sedang menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, tengah izin untuk berobat ke Rumah Sakit Santosa Bandung. Akibat dari perbuatannya itu, ia diputuskan untuk dipindah ke Lapas Gunung Sindur di Kabupaten Bogor.

AYO BACA : Wanita yang Dampingi Setnov di Padalarang adalah Istrinya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar