Yamaha Aerox

Datangi Kemenhan, BPK Usulkan Program Wajib Militer

  Senin, 17 Juni 2019   Fira Nursyabani
Anggota I BPK Agung Firman Sampurna (kiri) bersama Menhan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemhan, Jakarta, Senin (17/6/2019). (ANTARA/Syaiful Hakim)

AYO BACA : Pererat Kerja Sama, Marinir Indonesia dan Amerika Gelar Latihan Gabungan

AYO BACA : Aksi Heroik Personel TNI Menolong Peserta Aksi 22 Mei

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengusulkan pembentukan program wajib militer kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

"Jadi kami mengusulkan agar kita mulai menerapkan wajib militer sebagaimana semua negara maju yang ada di dunia," kata anggota BPK Agung Firman Sampurna usai menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan Kemenhan tahun 2018 oleh BPK di Kantor Kemhan, Jakarta, Senin (17/6/2019)

Menurut Agung, selain berperan dalam operasi militer perang, latihan, persiapan dan pengadaan alutsista dan sebagainya, Kemhan perlu menerapkan program wajib militer, seperti yang dilakukan oleh semua negara maju di dunia.

Ia menilai program wajib militer adalah salah satu upaya untuk meningkatkan pendidikan bela negara dan menjadikan Indonesia menjadi negara yang kuat.

"Sudah waktunya bagi kita meningkatkan program pendidikan bela negara kita menjadi lebih terstruktur yang lebih sistematis dan lebih masif yaitu dengan wajib militer," kata Agung.

Di tempat yang sama, Menhan Ryamizard Ryacudu menyambut baik usulan tersebut, namun usulan itu tidaklah mudah untuk dilakukan.

"Nggak mudah itu ya, itu salah satu wacana dari anak bangsa boleh-saja saja, tapi dari Kemhan belum memikirkan itu dulu," kata Ryamizard.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini menjelaskan bahwa saat ini yang dibutuhkan adalah penguatan terhadap bela negara. Dimana, menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai pegangan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Itu perlu ditanamkan kepada seluruh warga negara. Kalau bela negara itu bagaimana jiwa, pemikiran kita ini tidak berubah, yaitu NKRI dengan dasarnya Pancasila dan UUD 1945 itu yang dipatrikan terus di dada, benak, terutama prajurit, kemudian rakyat karena perang kita adalah perang mindset," kata Menhan Ryamizard.

AYO BACA : Polda Jabar Dalami Kasus Unggahan Adu Domba TNI-Polri

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar