Yamaha Lexi

Akibat Kekeringan, Pemerintah Namibia Lelang 1.000 Hewan Liar

  Senin, 17 Juni 2019   Andres Fatubun
Ilustrasi hewan liar di Namibia.

WINDHOEK, AYOBANDUNG.COM -- Republik Namibia adalah sebuah negara di Afrika bagian barat daya tepatnya di pesisir Atlantik. Namibia yang dilanda kekeringan akan menjual sedikitnya 1.000 hewan liar, termasuk jerapah, dan gajah untuk mengurangi korban jiwa akibat kekeringan yang membuat kerugian sekitar US$1,1 juta setara Rp15,7 miliar.

"Mengingat tahun ini adalah tahun kekeringan, kementerian lingkungan ingin menjual berbagai jenis spesies hewan dari berbagai kawasan lindung untuk melindungi penggembalaan dan pada saat yang sama juga menghasilkan dana yang sangat dibutuhkan untuk pengelolaan taman dan satwa liar,” jelas Juru bicara kementerian lingkungan hidup, Romeo Muyunda.

Pihak berwenang menyatakan bencana nasional bulan lalu, dan layanan meteorologi di negara Afrika selatan memperkirakan bahwa saat ini di beberapa bagian negara itu menghadapi kekeringan paling mematikan dalam 90 tahun terakhir.

Pemanasan global menyebabkan lebih banyak wilayah mendapat kekeringan di Afrika.

"Kondisi penggembalaan di sebagian besar taman kami sangat buruk dan jika kami tidak mengurangi jumlah hewan, ini akan menyebabkan hilangnya hewan karena kelaparan," kata Muyunda.

Pada bulan April, sebuah laporan kementerian pertanian mengatakan 63.700 hewan mati pada tahun 2018 karena memburuknya kondisi penggembalaan yang disebabkan oleh cuaca kering.

Kabinet Namibia mengumumkan minggu ini bahwa pemerintah akan menjual sekitar 1.000 hewan liar. Mereka termasuk 600 kerbau bebas penyakit, 150 springbok, 65 oryx, 60 jerapah, 35 elang, 28 gajah, 20 impala, dan 16 kudus - semuanya dari taman nasional.

Tujuannya adalah untuk mengumpulkan $1,1 juta setara Rp15,7 miliar yang akan digunakan untuk Dana Perwalian Produk Game milik negara untuk konservasi satwa liar dan pengelolaan taman.

Pemerintah mengatakan saat ini ada sekitar 960 kerbau di taman nasionalnya, 2.000 springbok, 780 oryx, dan 6.400 gajah.

Lelang diiklankan di koran lokal mulai Jumat.

Namibia, negara berpenduduk 2,4 juta orang, sebelumnya telah meminta bantuan untuk keadaan darurat kekeringan yang telah mempengaruhi lebih dari 500.000 orang.

Pada bulan April pemerintah mengumumkan bahwa mereka akan menghabiskan sekitar US$39.400 untuk bantuan kekeringan tahun ini untuk membeli makanan, menyediakan tanker air dan memberikan subsidi kepada petani.(Yuliana Nadiah Hamdan)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar