Yamaha Lexi

Sidang Sengketa Pilpres, Ridwan Kamil: Tidak Usah Datang ke Jakarta

  Senin, 17 Juni 2019   M. Naufal Hafiz
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau seluruh warganya memantau pelaksanaan sidang gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (18/6/2019) melalui televisi.

"Saya mengimbau agar warga Jabar memonitor saja dari televisi. Jadi, saya imbau kepada masyarakat tidak usah datang ke Jakarta, cukup monitor dari televisi saja," kata Emil usai menghadiri halalbihalal Idulfitri 1440 Hijriah MUI Jawa Barat, di Bandung, Senin (17/6/2019).

AYO BACA : BPN Minta Mahkamah Konstitusi Jamin Keselamatan Saksi

Masyarakat Jawa Barat, kata dia, diminta untuk menyerahkan semua proses sengketa hasil Pilpres 2019 kepada MK.

"Ke sana juga ada pengamanan ekstraketat dari aparat dan ada tidak ada kehadiran masyarakat di sana, MK akan tetap melaksanakan kegiatan seperti biasa," kata dia.

AYO BACA : Yusril: Semua Dalil BPN Hanya Asumsi Lemah

Sebelumnya, Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi menerima dalil perbaikan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi, dalam sidang pendahuluan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019).

MK kemudian memberikan waktu kepada KPU RI selaku Termohon, Jokowi-Ma'ruf selaku Pihak Terkait, dan Bawaslu selaku Pihak Pemberi Keterangan, menyiapkan jawaban atas dalil gugatan Prabowo-Sandi sebelum sidang berikutnya digelar Selasa (18/6/2019) pukul 09.00 WIB.

"Jawaban itu diserahkan sebelum sidang dilanjutkan Selasa jam 09.00 WIB pagi," kata Ketua MK Anwar Usman dalam persidangan.

Awalnya MK menetapkan agar jawaban diberikan Senin (17/6/2019), sementara KPU RI meminta jawaban dapat diberikan Rabu (19/6/2019).

Akhirnya MK mengambil keputusan agar jawaban diberikan maksimum Selasa sebelum sidang berlangsung. Ketiga pihak yakni KPU RI, tim hukum Jokowi-Ma'ruf serta Bawaslu RI pun menyepakati hal tersebut.

AYO BACA : Usai Sidang Perdana Sengketan Pilpres di MK, Ini Keluhan KPU

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar