Yamaha Lexi

Terkait Banyaknya Gugatan Hasil Pemilu ke MK, Ini Kata Demokrat

  Minggu, 16 Juni 2019   Mildan Abdalloh
Dede Yusuf Macan Efendi. (Danny Ramdhani/ayobandung.com)

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan gugatan hasil pemilihan umum (pemilu) telah dilayangkan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Juru Bicara Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Efendi mengatakan, pemilu 2019 merupakan yang terberat dalam sejarah demokrasi di Indonesia.

"Pemilu sekarang ini sangat berat ada sistem Sainte Lague yang membagi habis (kursi) kepada pemenang terbanyak," turur Dede, Minggu (16/6/2019) di Baleendah, Kabupaten Bandung.

Disatukannya pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) dalam satu waktu, membuat beberapa daerah diuntungkan. Di sisi lain, ada juga daerah yang tidak diuntungkan, terutama bagi partai-partai tertentu.

Kondisi tersebut, kata Dede, membuat potensi kecurangan lebih besar terjadi. "Disinyalir ada peran penguasa daerah. Banyak yang tidak netral, akhirnya banyak gugatan," katanya.

Partai Demokrat sendiri, lanjut Dede, turut melayangkan sejumlah gugatan terkait hasil Pemilu karena diduga ada kecurangan, terutama di salah satu Dapil DKI Jakarta dan luar negeri.

"Prinsipnya gugatan yang dilakukan Demokrat mengikuti aturan yang berlaku. Jalur konstitusi harus diikuti," ujarnya.

Walaupun demikian, Partai Demorkat secara umum menerima hasil pemilu 2019. "Saat ini kami sedang tarik nafas dulu. Karena banyak caleg yang belum berhasil. Bahkan di DPR RI, kami kehilangan tujuh kursi, dari 61 menjadi 54. Itu kami syukuri, karena masuk dalam partai menengah yang sudah bisa survive. Keputusan KPU kami teruma, strategi selanjutnya, akan kami pikirkan setelah pelantikan," tutupnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar