Yamaha Lexi

Punya Modal Ini, Pemkab Bandung Optimistis Juara Lomba Desa

  Minggu, 16 Juni 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi perkebunan desa. (Irfan Al-Farisi/ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Setelah sukses menyabet juara lomba desa tingkat Jawa Barat 2018, Pemkab Bandung optimistis bisa mengulang kejayaan tahun ini. Tahun lalu Desa Nagrog, Kecamatan Cicalengka menjuarai lomba Desa Tingkat Jawa Barat. Tidak mau kehilangan titel juara, tahun ini Pemkab Bandung mengutus Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari untuk mengikuti loma tahunan desa tersebut.

"Kami optimistis Desa Cibeureum bisa menjuarai lomba desa tingkat jawa barat 2019," tutur Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Tata Irawan Sobandi, Minggu (16/6/2019).

Keyakinan tersebut karena Desa Cibeureum mempunyai keunggulan dibanding desa lainnya. Walaupun berada di pelosok Kabupaten Bandung, namun desa tersebut mampu menunjukan daya saing dan tidak kalah dengan desa yang berada di wilayah perkotaan.

Saat ini, Desa Cibeureum tengah mempersiapkan ekspos tiga besar Lomba Desa yang akan dilakukan selasa (18/6/2019). Faktor yang menjadi penentu desa Cibeureum bisa masuk dalam penilaian adalah terjalinnya sinergitas yang baik antara Perangkat Daerah (PD), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kecamatan dan desa.

“Untuk persiapan menghadapi ekspos tiga besar nanti, kami sudah melakukan pembinaan mental, latihan penyampaian ekspos selayang pandang dan inovasi desa serta pemahaman regulasi tentang desa kepada Kepala Desa Cibeureum,” lanjut Tata.

Desa Cibeuruem memiliki tiga inovasi yang diyakini mampu menumbangkan pesaing. Tiga inovasi tersebut dalam bidang pemerintahan, kewilayahan maupun kemasyarakatan.

Untuk bidang pemerintahan, Desa Cibeureum memiliki pelayanan tujuh hari kerja, pelayanan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) 24 jam, finger print bagi perangkat desa, pemasangan CCTV di sejumlah tempat, website desa, perpustakaan digital (audio book), perpustakaan keliling dan damkar (pemadam kebakaran) desa.

Sementara untuk inovasi bidang kewilayahan, tambahnya, Desa Cibeureum memiliki kampung ramah anak, kampung keluarga berencana (KB), kampung zero waste, kampung domba, tanggap siaga bencana, posyantek desa, pengolahan sampah dan pengolahan saluran air.

Inovasi bidang kemasyarakatan Desa Cibeureum memiliki KWT (Kelompok Wanita Tani) dan posyandu multi fungsi. Pada 2018 kemarin juga, masyarakat Desa Cibeureum bergotong royong dalam kegiatan pembangunan Jalan Dangdang – Cihalimun dari partisipasi swadaya masyarakat berjumlah Rp. 450 juta.

Melalui perlombaan tersebut, Tata berharap pelayanan Pemkab Bandung, baik tingkat desa maupun kecamatan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.

“Tentu kami berharap bisa mempertahankan gelar juara di tahun sebelumnya. Namun yang terpenting adalah, pengelolaan pemerintah desa harus betul-betul berorientasi pada pelayanan bagi masyarakat,” ungkapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar