Yamaha Lexi

Hadapi Sengitnya Kompetisi, Persib Siapkan Menu Pola Makan Ketat

  Minggu, 16 Juni 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts. (Eneng Reni Nuraisyah Jamil/ayobandung.com

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Untuk menjaga kondisi tetap prima selama bertarung di kompetisi Liga 1 2019, pelatih Persib, Robert Alberts telah memberikan pesan kepada skuat Maung Bandung untuk menjaga pola makan dan asupan nutrisi. 

Apalagi dalam agenda terdekatnya, Persib bakal menjamu PS Tira persikabo, di Stadion SI jalak Harupat, 18 Juni nanti. Tim pelatih pun memberikan menu latihan dengan intensitas tinggi. Bahkan untuk menajamkan permainan, skuat Maung Bandung sempat menggelar uji tanding menghadapi Persib B (Blitar United), Kamis (13/6/2019) lalu.

Praktis, pelatih asal belanda itu juga melakukan diskusi dengan dokter tim dan jajaran pelatih untuk merancang program menu asupan gizi bisa dikonsumsi skuat Maung Bandung. Hal ini untuk membuat kondisi tubuh para pemain kian berada dalam puncak performanya.

"Mereka memiliki menu makangan yang sangat penting tentang apa makanan yang harus mereka makan setiap harinya, rekomendasi porsi berapa banyak, serta apa yang harus mereka makan dan minum untuk recovery lebih cepat," ungkap Robert, Minggu (16/6/2019).

Maklum, sebagai pesepak bola profesional, anak asuhnya tak bisa asal mengkonsumsi makanan dan minuman. Mereka pun membutuhkan asupan nutrisi yang cukup terutama protein dan karbohidrat. Sehingga Robert menilai cakupan nutrisi yang cukup menjadi salah satu aspek pendukung kesuksesan sebuah tim.

"Ini ada programnya, dokter tim memiliki tugas dan mengawasi hal itu. Semisal ketika kita memiliki intensitas tinggi di latihan seperti ini, satu hal penting mereka tidak boleh memakan nasi goreng (goreng-gorengan), tidak boleh makan soto ayam, bahkan bakso," lanjut Robert.

Robert mencontohkan, meski nasi goreng merupakan salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia, namun menjadi salah satu menu harus dihindari, terutama setelah berlatih atau sehabis menjalani pertandingan. 

Hal itu disebabkan nasi goreng memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi. Selain itu, kandungan natrium dari garam yang terdapat dalam nasi goreng dapat menyebabkan penyempitan pada arteri yang mana bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi.

"Hal itu tidak boleh untuk pemain karena kita harus tetap mengembalikan banyak protein di masa otot, jadi mereka harus menjaga asupan makannnya untuk mendapatkan kerja baik tubuh," ujar Robert.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar