Yamaha Mio S

Masyarakat Kabupaten Bandung Kreatif Menjadi Alasan Pilkades Tidak Digelar Hari Libur

  Minggu, 16 Juni 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak 199 desa di Kabupaten Bandung akan menggelar Pilkades serentak pada oktober mendatang.

Bupati Bandung Dadang M Naser mengatakan proses pungut hitung pilkades serentak di Kabupaten Bandung akan digelar pada 26 oktober.

"Pemilihannya dikakan hari sabtu," ucap Dadang, Minggu (16/6/2019).

Dia mengakui jika Menteri Dalam Negeri meminta supaya proses pemungutan suara Pilkades dilakukan di hari libur. Sabtu menurutnya memang bukan hari libur.

Ada berberapa pertimbangan yang membuat Pemkab Bandung tidak mengikuti arahan dari mendagri supaya penungutan suara Pilkades dilakukan di hari libur seperti Minggu.

"Sengaja kami pilih hari sabtu supaya partisipasi masyarakat tinggi," ujarnya.

Dia menjelaskan jika masyarakat Kabupaten Bandung sangat kreatif, sehingga hari minggu digunakan untuk menjalankan usahanya. Jika mengikuti arahan Mendagri dengan menggelar pemungutan suara Pilkades pada hari minggu, dia khawatir justru partisipasi masyarakat menurun.

Padahal, arahan dari Mendagri menggelar pemungutan suara hari libur supaya partisipasi masyarakat meningkat.

"Masyarakat Kabupaten Bandung itu kreatif, banyak yang bisnis di hari minggu," ujarnya.

Sebagai daerah yang kaya akan UMKM yang bergerak di bidang produk tekstilr seperti pakaian jadi, menurut Dadang banyak masyarakat kabupaten Bandung yang menjadi pedagang mingguan di daerah lain, seperti Tanah Abang, Tegal Gubuk dan daerah lainnya.

"Jadi kami pilih sabtu supaya paginya mereka mencoblos, sore berangkat untuk persiapan berniaga di daerah lain hari minggu," paparnya.

Alasan itulah yang menjadi pertimbangan Pemkab Bandung menetapkan Sabtu (26/10/2019) sebagai waktu pemungutan suara Pilkades serentak.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar