Yamaha NMax

Kampung Rastik, Cantik dan Unik berkat Barang Antik

  Sabtu, 15 Juni 2019   Andres Fatubun
Gapura Kampung Rastik yang dihias dengan alat-alat dapur dan barang elektronik. (Ulfah Dalilah)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Jangan buru-buru membuang barang bekas ke tempat sampah ya. Pasalnya, barang bekas atau barang antik bisa diolah dan dimanfaatkan sebagai kreasi seni yang menarik. Seperti halnya Kampung Rastik yang berada di Jalan Pamitran IV RT 05 RW 09, Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung. 

Kampung Barang Bekas dan Antik (Rastik) yang baru diresmikan tahun 2018 ini menggunakan berbagai macam barang bekas dan antik untuk menghias kampung tersebut dengan barang elektronik, alat-alat dapur hingga knalpot motor. 

Enie Mu'alifah merupakan penggagas kampung rastik tersebut yang mampu mengubah kampungnya menjadi unik. Merasa sayang jika melihat alat-alat dapur dan rongsokan dibuang begitu saja, dirinya inisiatif untuk mengajak warga menghias kampung dengan barang bekas, 

"Awalnya sering membuat kostum acara-acara panggung, fashion show dengan menggunakan bahan daur ulang. Makin kesini kepikiran untuk membuat sesuatu yang berbeda dari bahan bekas," jelas Enie saat ditemui Sabtu (15/06/2019).

Terfokus barang yang digunakan adalah bahan rongsokan. Enie biasanya mendapatkan barang tersebut dari warga, tukang rongsokan atau yang secara tidak sengaja didapat.

Lebih lanjut, konsep kampung artistik pada tahun 2017 ini berhasil menjadi juara harapan 1 dalam perlombaan tingkat nasional dalam program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 

Karya seni yang diberi nama "Membumi" ini memiliki filosofi tersendiri yaitu pada dasarnya manusia diciptakan dari tanah yang akhirnya akan kembali ketanah. Selain itu, nama basecampnya diberi nama Sekar Jagad (Senang Berkarya Jaga Budaya). 

Selain membuat karya seni, Enie sangat piawai dalam membuat souvenir, aksesoris, baju dari bahan bekas. Tentunya, banyak harapan yang ingin Enie wujudkan yaitu bisa menjadi kampung percontohan untuk yang lainnya dengan barang-barang yang sering dipandang sebelah mata ternyata sangat berharga.  

Diakhir perbincangan, Enie berpesan sebagai pengingat khususnya kaum ibu.

"Jangan terlalu konsumtif dengan gaya hidup sekarang. Barang yang belum terlalu rusak jangan sedikit-sedikit dibuang, lalu beli lagi, buang lagi. Karena jika lingkungan ada unsur seninya merupakan tanda lingkungan tersebut dirawat dengan baik," tutupnya. (Ulfah Dalilah)
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar