Yamaha Lexi

10 Pekerjaan yang Membahayakan Paru-paru Anda

  Sabtu, 15 Juni 2019   Andres Fatubun
Ilustrasi. (NBM)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Studi penelitian menunjukkan peningkatan jumlah penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan.  

Lingkungan kerja berpengaruh dalam kesehatan Anda secara keseluruhan karena jika tidak demikian dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang memengaruhi jantung, paru-paru, dan setiap organ lainnya.  

Sekitar 17 persen penyakit yang disebabkan paru-paru seseorang disebabkan oleh paparan kerja dan menunjukkan kondisi yang semakin buruk karena ia sudah memiliki masalah yang berhubungan dengan pernapasan seperti asma.

Paru-paru Anda akan bermasalah ketika bertemu dengan polutan seperti bahan kimia, kuman, asap tembakau, kotoran, serat, debu, dll. Hal-hal yang Anda sering tidak anggap berbahaya bagi kesehatan Anda, namun pada kenyataannya, berbahaya, dan dapat mengganggu pernapasan dan merusak paru-paru Anda. Paparan polusi ini dapat menyebabkan jaringan parut atau fibrosis, asma, PPOK, dan infeksi atau kanker.

Berikut adalah 10 pekerjaan yang berbahaya bagi paru-paru.

1. Housekeeping and cleaning service (petugas kebersihan)
Zat pembersih yang digunakan dikemas oleh sejumlah besar bahan kimia berbahaya yang dapat memicu asma. Zat kimia dalam pembersih ini reaktif dan dapat bereaksi buruk pada jaringan paru-paru Anda. Pembersih organik tidak lebih baik karena itu  melepaskan senyawa organik yang mudah menguap dan dapat menyebabkan masalah pernapasan kronis bahkan reaksi alergi.

2. Bartender dan waitress 
Bekerja di ruangan yang dipenuhi dengan asap sangat berbahaya bagi paru-paru Anda. Asap dari rokok dan jenis rokok lainnya seperti vape adalah salah satu penyebab utama kanker paru-paru.

3. Hairstylist (penata rambut)
Penggunaan bahan kimia secara terus-menerus yang digunakan untuk mewarnai dan penataan rambut berbahaya bagi organ pernapasan Anda dan dapat menyebabkan asma akibat pekerjaan ini. Banyak juga produk pelurus rambut yang  mengandung formaldehyde, karsinogen yang dikenal sebagai salah satu penyebab utama kanker paru-paru dan iritasi.

4. Tim medis 
Dokter, perawat dan individu lain yang bekerja dalam sistem perawatan kesehatan seperti rumah sakit, kantor medis, atau panti jompo semakin rentan terhadap penyakit paru-paru. Menggunakan sarung tangan yang mengandung lateks dapat menyebabkan asma bagi sebagian orang.  Tuberkulosis, influenza, dan sindrom pernafasan akut yang parah (SARS) adalah beberapa gangguan paru-paru yang umum ditemukan pada individu yang bekerja di bidang kesehatan.

5. Konstruksi 
Individu yang bekerja dalam bidang  konstruksi semakin rentan terhadap penyakit paru-paru.  Mereka terpapar polusi dari asbes dan serat mikroskopis lainnya yang dapat meningkatkan risiko mesothelioma (kanker) dan kanker paru-paru sel kecil. Partikel-partikel ini juga dapat menyebabkan asbestosis atau jaringan parut pada paru-paru.

6. Manufaktur 
Pekerja pabrik berisiko terserang asma atau dapat memperburuk kondisi mereka saat ini.  Terkena logam inhalasi dalam pengecoran, silika atau pasir halus dan sebagainya, orang-orang ini beresiko terkena silikosis (penyakit yang melukai paru-paru).  Pekerja manufaktur ini memiliki risiko tinggi terkena kanker paru-paru.

7. Bertani 
Orang yang cenderung bekerja dengan tanaman dan hewan berisiko terhadap berbagai penyakit.  Jerami yang terkontaminasi secara terus menerus dapat menyebabkan pneumonitis hipersensitif yang akan menyebabkan kantung udara di paru-paru Anda meradang dan menimbulkan jaringan parut.

8. Penambangan batu bara 
Penambang rentan terhadap berbagai risiko  penyakit paru-paru, bronkitis hingga pneumoconiosis.  Suatu kondisi kronis yang disebabkan oleh penghirupan debu yang tersimpan di paru-paru mengeras dan membuat sulit bernapas.  Hal ini dapat menyebabkan perkembangan fibrosis masif progresif, yang mematikan.

9. Pemadam Kebakaran 
Sudah jelas bahwa Orang-orang ini terpapar sejumlah hal berbahaya bagi paru-paru seseorang.  Dari api hingga membakar plastik dan bahan kimia, petugas pemadam kebakaran lebih berisiko terkena kanker paru-paru. Namun, alat bantu pernapasan mandiri (SCBA) yang digunakan oleh mereka membantu menurunkan risiko penyakit paru-paru, karena membantu menyaring beberapa bahan kimia berbahaya yang mereka hirup.

10. Pengecatan tubuh secara otomatis. 
Orang yang bekerja di bengkel mobil akan terpapar bahan kimia seperti isosianat, yang merupakan penyebab utama asma.  Bahan-bahan poliuretan didalam cat juga bisa  menyebabkan sesak dada dan kesulitan bernapas yang parah. (Nadia Syailana)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar