Yamaha NMax

Pebisnis Ini Bagi 6 Tips Cermat Memulai Bisnis Online

  Sabtu, 15 Juni 2019   Nur Khansa Ranawati
Dessy Kusuma

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Disaat kebiasaan berbelanja masyarakat mulai bergeser dari konvensional ke digital, bisnis online shop banyak dilirik sebagai sesuatu yang menggiurkan. Praktiknya terkesan mudah; bermodalkan internet dan foto-foto Instagram-able, siapa saja dapat menjual apa saja via online.

Namun, kenyataannya tak semudah itu. Merintis online shop juga perlu siasat dan rencana yang terukur agar dapat terus mendatangkan profit.

Seperti yang dilakukan pebisnis online asal Bandung, Dessy Kusuma (26). Eci, sapaan akrabnya, telah menggeluti bisnis online sejak 8 tahun silam. Berawal dari bisnis sepatu custom-made, kini bisnisnya telah berkembang hingga merambah pakaian bagi hijabers hingga ibu menyusui.

Dia mengatakan, salah satu hal yang paling penting untuk dilakukan pertama kali dalam membuat bisnis online adalah merancang bussines plan.

"Pertama-tama buat dulu bussiness plan-nya; tulis mau membuat bisnis apa, dimana, target market-nya siapa," ungkapnya ketika ditemui di bilangan Progo, Sabtu (15/6/2019).

Selanjutnya, bila masih bingung menentukan bisnis apa yang akan dilakoni, Eci menyarankan untuk menganalisa permasalahan di sekitar dan menawarkan solusinya lewat bisnis tersebut. Bisnis pertamanya, Dheysu Shoes, dijalani lewat skema serupa. 

"Dheysu Shoes awalnya dibuat karena dulu sepatu fesyen masih belum booming dan susah banget nyari sepatu yang modelnya macem-macem. Kalaupun ada, harganya mahal. Akhirnya bikin bisnis sepatu custom-made dan lama-lama bikin model sendiri juga," ungkapnya.

Untuk harga, Dheysu Shoes mematok kisaran harga yang lebih terjangkau dari pasaran sepatu-sepatu fesyen kala itu, sehingga dapat menggaet pasar yang lebih luas.

Ketiga, jeli terhadap peluang juga menjadi salah satu kunci keberhasilan. Setelah sukes dengan bisnis sepatu, Eci merambah bisnis pakaian dengan target market utama para pengguna hijab yang booming di era 2014-an. 

Tak sampai di sana, dirinya juga kemudian mendirikan Kirei Couture, yakni bisnis pakaian yang dapat dibuat sesuai keinginan konsumen. Bisnis ini ramai digemari terutama oleh konsumen yang berada di usia pernikahan.

"Saya melihat ada masalah di sekitar lingkungan pertemanan saya, yaitu ketika mau bikin baju nikahan dan tunangan, banyak yang bingung cari tukang jahit yang pas dimana. Karena saya punya SDM nya (untuk menjahit), kenapa enggak buka bisnis ini," ungkapnya.

Calon pelanggan dimudahkan dengan leluasa melihat-lihat contoh pakaian yang sudah pernah dibuat via akun Instagram. Mereka juga dapat melakukan pemesanan dengan mengontak nomor yang tersedia di akun tersebut.

Setelah itu, dirinya juga mulai membaca peluang dimana fase berikutnya dari usia pernikahan adalah usia menjadi ibu muda. Untuk itu, Eci saat ini mulai merintis usaha daster dan pakaian rumah modern yang ramah ibu hamil dan menyusui.

"Orang-orang juga bisa mencari insipirasi bisnis dari masalah yang ada di sekitar mereka," ungkapnya.

Tips keempat adalah dengan membuat akun media sosial dan akun e-commerce untuk mendekatkan diri dengan pelanggan. Tak dipungkiri, dua hal ini termasuk hal krusial yang berpengaruh pada penjualan produk bisnis online Anda.

"Bikin akun terutama Instagram itu penting agar orang lebih tahu bisnis kita. Penting juga buka akun di e-commerce. Apalagi sekarang bikin promosi di IG sudah  gampang. Bisa juga minta bantuan teman untuk promosi," tuturnya.

Kelima, dengan menjadi cermat mencari modal. Eci mengatakan, modal merupakan permasalahan utama dalam sebuah bisnis. Dalam bisnis online, bila belum memiliki modal, Anda dapat mengumpulkannya terlebih dahulu dengan bisnis reseller dan dropshipper dengan modal awla yang relatif kecil.

"Kalau enggak ada modal,bisa mulai dulu jadi reseller atau dropshipper. Seseorang bisa jadi reseller tanpa modal banyak, bisa beli barang yang sudah jelas akan dibeli orang," ungkapnya. 

Terkahir, Eci berpesan untuk terus konsisten dalam menjalani usaha yang telah dimulai dan jangan sibuk membandingkan pencapaian diri dengan orang lain.

"Konsisten itu hal yang paling sulit. Jangan sedih ketika lihat teman yang baru jualan sebentar tapi sudah sukses, karena orang memiliki zona waktunya masing-masing. Ikhtiar terus, suatu saat juga akan sampai di titik yang diinginkan," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar