Yamaha Mio S

"Menyulap" Tulang Sapi Menjadi Kerajinan Bernilai Tinggi

  Sabtu, 15 Juni 2019   Andres Fatubun
Roshid sedang menyelesaikan pembuatan kerajinan tongkat berbahan tulang sapi. (Ulfah Dalilah)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Limbah tulang sapi pada umumnya merupakan sampah yang tidak dapat lagi diolah. Berbeda halnya ketika tulang tersebut sudah diolah Roshid, warga Kampung Pasir Tukul RT 04 RW 04 Desa Cileunyi, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. 

Sesuai dengan bahan yang digunakan berupa limbah tulang sapi, Roshid dan warga sekitar kampung mampu menyulap tulang tersebut menjadi beberapa kerajinan yang unik dan memiliki nilai tambah yang tinggi. 

"Awalnya sejak 1968, ketika usia 14 tahun memang sudah ada pengrajin tulang sapi dan tanduk kerbau bersama dengan kakak. Hingga kini, kerajinan sudah diturunkan kepada anak," jelas Roshid saat ditemui Jumat (14/06/2019). 

Bahan yang digunakan untuk membuat aneka kerajinan tersebut didapat dari pedagang mi kocok dan bakso. Untuk setiap tulangnya dibeli dengan harga Rp1.500. 

Dalam proses pembuatannya, Roshid menggunakan alat pahat dan gergaji kecil. Tulang sapi tersebut "disulap" menjadi berbagai macam kerajinan seperti tongkat, kujang, cendramata hingga furniture.

Lebih lanjut, pembuatan tongkat dapat dikerjakan sehari semalam. Proses finishing akan menggunakan bahan kimia. Sedangkan pembuatan cendramata dapat dikerjakan satu hari.  

"Pendistribuan kerajinan ini sudah tersebar di Indonesia, Malaysia hingga China. Berbagai kerajinan dijual dengan kisaran harga Rp20.000 hingga ratusan ribu tergantung dari tingkat kerumitannya. 

Diakhir perbincangan Roshid menjelaskan tidak ada batasan umur untuk kerapuhan tulang, pasalnya tulang akan kuat dan bertahan lama hingga bertahun-tahun. (Ulfah Dalilah) 

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar