Yamaha Mio S

Menengok Kerukunan Beragama Sembari Wisata di Kampung Toleransi

  Sabtu, 15 Juni 2019   Andres Fatubun
Suasana dan keunikan Kampung Toleransi RW 02 Kelurahan Paledang, Kota Bandung pada Jumat (14/6) (Jaka Jamalludin Yusuf)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Berbicara soal keunikan daerah-daerah yang ada di Bandung memang tidak pernah ada habisnya. Salah satunya di kawasan pusat kota padat penduduk yakni Gang Ruhana, Kelurahan Paledang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Bagaimana tidak, kampung tersebut memiliki keunikan tersendiri di dalamnya, dibandingkan dengan kampung lain. 

Dalam gang tersebut, terdapat tiga buah rumah ibadah yang berbeda yakni Masjid Al-Amanah untuk umat Muslim, Vihara Girimetta untuk umat Budha, dan Gereja Pantekosta untuk umat Kristiani.

Dalam kampung tersebut, sejak tahun 1940-an telah menerapkan nilai pola kehidupan toleransi budaya, keragaman ras/etnis dan kepercayaan/agama. Maka tidak heran jika berkunjung kelokasi tersebut akan merasakan nuansa sangat nyaman, harmoni, sejuk, dan feel toleransinya terasa sekali. Karena menjadi hal biasa ketika salah satu umat menjalankan ibadah dan yang lainnya tidak merasa terganggu. Melainkan di kampung ini meskipun berbeda agama, namun mereka saling membantu satu sama lain ketika ada sebuah peringatan hari besar dalam agamanya.

Bahkan hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Warga sekitar Rini Ambarwulan yang memaparkan bahwa kerukunan tiga umat agama tersebut telah terjadi sejak zaman dahulu. Maka dari itu, kerukunan ini dijaga bersama oleh warga sekitarnya secara turun-temurun hingga saat ini. “Kerukunan itu sudah ada sejak dari dulu, zaman orang tua kita dahulu mereka sudah rukun dan berbaur satu sama lain” ujar Rini di kediamannya.

Nama kampung toleransi diambil dari kesepakatan seluruh warga masyarakat antar pemeluk agama. Baru diresmikan pada 11 Mei 2018 oleh Pjs. Walikota Bandung Muhamad Solihin dan hal tersebut dijadikan sebuah prasasti yang warna hitam yang dipajang tepat sebelum memasuki kampung tersebut serta berlokasi berdampingan dengan Gereja Pantekosta.

Selain kampung toleransi di Gang Ruhana, di RW 04 Kelurahan Jamika juga terdapat kampung toleransi yang sudah sejak awal diresmikan yakni pada 20 Agustus 2017. Meskipun kampung toleransi di Gang Ruhana bukan yang pertama kalinya, akan tetapi hal unik dari kampung ini yakni kedekatan antar rumah ibadah yang hanya berjarak oleh satu rumah dan ruas gang sempit satu meter.

Suasana yang dapat dibilang sepi ketika siang hari, membuat tempat ini cocok untuk sekedar mengabadikan momen bagi para pengunjung atau wisatawan yang berkunjung ke Kota Kembang ini. Pasalnya ketika masuk gang disebelah kirinya dihiasi dengan beberapa mural tentang nilai toleransi yang cukup menawan dan juga untuk atas-atasnya dihiasi oleh bendera warna-warni serta payung. (Jaka Jamalludin Yusuf)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar