Yamaha Lexi

Sisi Lain di Balik 4 Tempat Horor Bandung

  Jumat, 14 Juni 2019   Nur Khansa Ranawati
Wisata mistis di Goa Belanda.

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Bandung memiliki sejumlah tempat yang dikenal dengan cerita mistisnya masing-masing. Cerita tersebut masih berkembang dari mulut ke mulut hingga menjadi mitos yang meluas. 

Misalnya saja, boneka yang tergantung di sebuah pohon Jalan Babakan Siliwangi yang dianggap menjadi biang kecelakaan di kawasan tersebut. Masih ada orang yang memercainya terlepas dari kebenarannya.

Untuk itu, komunitas penikmat wisata sejarah berbau gaib asal Bandung, yakni Komunitas Wisata Mistis (Wismis) sejak 2011 lalu rutin menggelar acara ekspedisi mengunjungi tempat-tempat yang memiliki cerita horor tersendiri di Kota Bandung dan sekitarnya. 
Tidak tanggung-tanggung, dalam ekspedisi tersebut mereka melakukan 'klarifikasi' cerita mistis yang beredar, langsung kepada arwah yang bersemayam di tempat tersebut lewat kegiatan metafisika.

Berikut 4 hasil ekspedisi Komunitas Wismis menelusuri tempat angker di Bandung : 

1. Patung Pastor Taman Maluku

Patung seorang pastor bernama H.C. Verbraak yang hidup tahun 1835-1918 diabadikan di Taman Maluku Bandung. Bagi sebagian orang, patung yang terletak di tengah taman dan menghadap ke Jalan Seram tersebut dianggap sebagai patung yang cukup mistis karena konon dapat bergerak dan menghadap ke arah lain di malam hari.

Salah satu anggota sekaligus penasihat metafisika Komunitas Wismis Bandung, Londo, menilai hal tersebut tidak benar. Meski demikian, hal tersebut bukan berarti sepenuhnya menafikkan keberadaan 'makhluk halus' di sekitaran taman ataupun patung tersebut.

"Banyak yang bilang kalau patungnya bisa gerak, menghadap ke arah lain. Padahal saat kita telusuri, tidak seperti itu," ungkapnya ketika ditemui Ayobandung.com di bilangan Gelap Nyawang belum lama ini.

Dia mengatakan, kesan patung bergerak tersebut adalah ilusi cahaya dari pantulan lampu kendaraan di malam hari yang membuat seolah bagian kepala patung menengok ke samping. 

2. Boneka Babakan Siliwangi

Kisah Uci si gadis kecil yang meninggal karena kecelakaan lalulintas di kawasan Babakan Siliwangi juga merupakan salah satu cerita horor Kota Bandung yang banyak dikenal. Konon, hingga menghembuskan nafas terakhirnya, Uci masih mencari boneka yang hilang terpental saat kecelakaan terjadi.

Menurut penuturan, warga yang melintas di kawasan tersebut kerap melihat sosok gadis kecil membawa boneka di area pohon tikungan jalan dari hutan Babakan Siliwangi menuju Jalan Siliwangi. Untuk itu, warga yang mengetahui kejadian nahas itu menggantungkan boneka di pohon tersebut sebagai 'penghormatan'. Tikungan tersebut kemudian dimitoskan menjadi salah satu tempat rawan kecelakaan.

Londo mengatakan, sosok penunggu pohon di Babakan Siliwangi memang ada. Namun, sosok tersebut tidak menyebabkan kecelakaan seperti yang dipahami warga.

AYO BACA : Berburu Mitos Gaib ala Komunitas Wisata Mistis Bandung

"Sosoknya sih ada, tapi sebenarnya tidak mengganggu. Kecelakaan di situ mah karena akibat kelalaian manusia; jalannya tikungan dan penerangan jalan juga minim, jadi kalau enggak hati-hati bisa celaka," jelasnya.

Anggota Komunitas Wismis lainnya, Uhuy mengatakan, sosok 'penampakan' yang dianggap membawa kecelakaan bisa jadi  muncul akibat sugesti diri yang terlalu menganggap angker tempat tersebut sehingga berpotensi mengganggu konsentrasi berkendara.

"Karena banyak yang bilang tempat itu angker, jadi ketika lewat sana sudah tersugesti. Bawa kendaraan juga tidak fokus. Kalau sugestinya langsung tervisualisasi jadi sosok yang dibayangkan, ya bisa jadi malah melihat (walaupun makhluk halusnya tidak ada)," jelasnya. 

3. Mitos nama "Lada" di Goa Jepang dan Belanda

Bagi yang pernah datang ke Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda dan menyempatkan diri datang ke Goa Jepang dan Goa Belanda di dalam areanya, mungkin pernah mendengar mitos untuk tidak mengucapkan kata "lada" di dalam gua. Pasalnya, hal tersebut bisa memancing hal-hal yang tidak diinginkan seperti kesurupan atau diganggu 'penunggu' setempat.

Uhuy mengatakan, berdasarkan eskpedisi yang dilakukan bersama Komunitas Wismis, sosok Lada merupakan salah satu orang pribumi yang dihormati. Oleh karena itu, 'makhluk-makhluk' lain yang menghormati Lada menjadi tersinggung ketika ada orang-orang yang dengan sengaja memanggil Lada dengan nada mengejek.

"Tidak ada larangan sebenarnya, tapi tergantung dari cara kita menyebutnya; dengan cara mempermainkan atau tidak," jelasnya. Dirinya tidak menampik bahwa sosok Lada memang ada di kawasan gua tersebut.

"Ada sih, tapi dia paling jarang muncul. Kalau ada yang klaim lihat Lada, mungkin itu anak buahnya. Hantu juga bisa iseng dan berbohong," jelasnya.

4. Rumah Kentang

Rumah bercat hijau dengan halaman luas yang terletak di persimpangan Jalan tak jauh dari GOR Saparua dinamai Rumah Kentang oleh warga kota karena konon rumah tersebut kerap mengeluarkan aroma kentang hingga tercium oleh warga yang berkendara. Rumah tersebut juga diklaim angker karena bentuk dan kebunnya yan kurang terawat.

Namun, Londo mengklaim dirinya memang pernah mencium aroma kentang rebus ketika berhenti di lampu merah dekat rumah tersebut.

"Memang ada baunya sih, saya mencium bau kentang rebus," ungkapnya. Namun, rumah tersebut hingga saat ini belum dikunjungi Komunitas Wismis karena alasan izin.

Itu properti pribadi sih, dan kalau dari keterangan yang saya tahu, propertinya pun sedang jadi sengketa," ungkapnya.

Saat ini, area Rumah Kentang sudah mulai dibenahi dan dipugar menjadi lebih bersih. Namun, belum ada yang mengetahui pasti soal siapa sosok yang tinggal di dalamnya. 

AYO BACA : Komunitas Bikin Lingkaran Tempatnya Remaja Belajar Mandiri

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar