Yamaha Lexi

Berburu Mitos Gaib ala Komunitas Wisata Mistis Bandung

  Jumat, 14 Juni 2019   Nur Khansa Ranawati
Dok. Wisata Mistis Bandung

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Selain memiliki segudang sejarah heroik perjuangan para pahlawan hingga cerita unik di balik aneka bangunan bersejarah, Kota Bandung juga menyimpan sejarah lainnya yang berkembang dari mulut ke mulut di kehidupan warga. Beberapa di antaranya menjelma mitos angker yang tak jarang berbuah larangan untuk berbuat suatu hal di tempat tertentu.

Mitos-mitos angker ini membuat banyak warga Bandung dan sekitarnya penasaran. Salah satunya kemudian memutuskan untuk berbagi cerita mistis dan mendiskusikannya secara online lewat forum Kaskus dengan netizen lain pada 2011 silam. Setelah thread perbincangan tersebut terus meluas, para anggota diskusi mitos-mitos angker di Bandung ini kopi darat.

Dari sanalah para anggotanya kemudian rajin berkumpul hingga berinisiatif menggelar tur ke tempat-tempat horor legendaris yang telah dibahas bersama. Kegiatan ini terus berjalan hingga akhirnya terbentuklah Komunitas Wisata Mistis (Wismis) Bandung pada 2015 yang telah resmi berbadan hukum.

"Akhirnya para pendiri yang terdahulu mikir untuk membuat suatu wadah saja, jangan sekedar komentar di Kaskus. Suka kumpul dadakan ke beberapa lokasi dan melakukan ekspedisi, tapi belum rapih. Akhirnya 2015 sudah berbadan hukum, bentuknya perkumpulan," jelas aktivis Komunitas Wismis yang akrab disapa Londo saat ditemui di bilangan Gelap Nyawang, Rabu (12/6/2019) malam.

Londo mengatakan, komunitas yang saat ini telah beranggotakan ratusan orang dengan berbagai latar belakang tersebut memiliki dua kegiatan utama, yakni kopdar dan ekspedisi. Kopdar biasanya dilakukan tiap hari Rabu dengan rangkaian acara tukar cerita mengenai berbagai hal; mulai dari hal mistis, diskusi topik metafisika, hingga berbincang masalah sehari-hari atau pekerjaan.

Kegiatan kedua sekaligus hal yang menjadi daya tarik utama komunitas ini adalah ekspedisi, yakni jalan-jalan malam mengunjungi suatu tempat yang mengandung mitos tertentu yang belum terbukti kebenarannya, atau kawasan yang mengandung nilai sejarah. 

AYO BACA : Komunitas Bikin Lingkaran Tempatnya Remaja Belajar Mandiri

Bedanya, ekspedisi tersebut kebanyakan disertai dengan rangkaian kegiatan metafisika. Sehingga, ada hal-hal gaib yang dapat dialami peserta dan penyelenggara ataupun menjadi pembahasan di luar tur yang diberikan pemilik tempat.

"Syaratnya kalau mau ekspedisi, (tempatnya) harus ada nilai sejarah, ada mitos dan dapat izin. Kita bikin surat permohonan izin resmi kepada pemilik tempat. Sempat juga kita menggali budaya dan sejarah tapi enggak ada acara metafisik, akhirnya pihak museum yang bikin acara seperti tur khusus," jelas salah satu anggota sekaligus penasehat metafisika Komunitas Wismis, Uhuy, ketika ditemui dalam kesempatan yang sama.

Dia menurutkan, dalam satu kali kegiatan ekspedisi, biasanya terdiri dari sesi penelusuran dan pembahasan mitos, sesi metafisika tambahan seperti 'buka tirai', uji nyali, sesi sharing pengalaman, hingga sesi meditasi dan 'cleansing'.

Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengklarifikasi mitos angker yang berkembang di suatu tempat--dengan bertanya sendiri pada 'penunggu' tempat yang bersangkutan.

"Pertamanya sih menjelaskan sejarah tempat tersebut, biasanya pakai kuncen. Setelah itu menjelaskan mitos dan sisi metafisikanya, jadi menerangkan ada 'makhluk' apa saja di tempat tersebut," ungkap Uhuy. Pemandu metafisika dari pihak Komunitas Wismis harus selalu mendampingi.

Untuk mengklarifikasi mitos tersebut, biasanya, Uhuy mengatakan, mereka mengadakan sesi 'mediumisasi'. Sesi ini tak lain meruapakan waktu dimana peserta berkomunikasi dengan makhluk halus di tempat tersebut lewat medium jasad peserta lainnya.

AYO BACA : Penyuka Kucing Wajib Gabung Komunitas Indonesian Cat Lovers

"Jadi seperti kesurupan tapi disengaja. Tujuannya bertanya ke 'penunggu' tentang mitos yang dipercaya warga, benar atau tidak, sejarahnya seperti apa" jelasnya.

Beberapa tempat yang dikenal angker di Kota Bandung seperti Goa Belanda dan Goa Jepang di Taman Hutan Raya Juanda, area Babakan Siliwangi dan boneka yang menggantung di salah satu pohonnya, Taman Maluku, Tebing Keraton, dan lain sebagainya telah dikunjungi. Hasilnya, tak seluruhnya mitos yang dipercaya benar.

"Kadang mitos kecelakaan itu sering juga terjadi karena kelalaian warganya. Makhluk nya memang ada, tapi tidak menganggu. Kalau tempatnya dibilang angker, orang yang lewat tersugesti, dan dari sugestinya tervisualisasi jadi sosok yang dibayangkan, bisa saja malah jadi melihat sesuatu," paparnya.

Setelah itu, peserta juga diperkenankan mengikuti rangkaian acara metafisika tambahan seperti sesi melihat penampakan dan merasakan sensasi kehadiran makhluk halus dengan dibantu tim. Sehingga, warga awam pun diklaim dapat merasakan makhluk halus dalam sesi yang terbatas. Ada pula sesi uji nyali bagi peserta yang ingin tantangan lebih. 

"Setelah itu saling sharing pengalaman, kadang ada meditasi bersama supaya lebih santai. Kesurupan disaat ekspedisi juga hal yang biasa sih, meskipun tidak terlalu sering," ungkap Londo.

Untuk menjadi anggota, Anda dapat mengikuti kegiatan Komunitas Wisata Mistis yang kerap diunggah di media sosial instagram. Mereka juga memiliki portal web Wisatamistis.com untuk mengunggah cerita dan koleksi foto selama ekspedisi.

"Bisa datang hari Rabu ikut kopi darat agar saling mengenal dulu. Enggak harus jadi anggota kalau mau ikut ekspedisi. Kalau selama tiga bulan terus aktif, bisa gabung jadi anggota dan berkewajiban bayar kas bulanan untuk keperluan ekspedisi seperti bayar kuncen dan konsumsi," ungkap Londo.

AYO BACA : Melatih Kreativitas di Komunitas Foxcrew Cover Dance Korea

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar