Yamaha Lexi

Bank Sampah, Alternatif Mengubah Sampah Jadi Kerajinan

  Jumat, 14 Juni 2019   Andres Fatubun
Hasil olahan kerajinan dari sampah yang dibuat warga Ciwaruga RT. 03 RW.02

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sampah menjadi masalah besar yang dihadapi di kota-kota Indonesia. Sampah adalah barang yang sudah tidak lagi digunakan, namun di tangan warga Ciwaruga sampah bisa "disulap" menjadi kerajinan yang unik dan menghasilkan uang. 

Pengolaan sampah melalui bank sampah di kampung tersebut pertama kali dilakukan sejak akhir 2015 yang berawal dari kader posyandu Cempaka 2 bekerja sama dengan pengabdian masyarakat dosen Politeknik Negeri Bandung. Hal tersebut diungkapkan oleh Neng Supriatin, wakil pembina bank sampah saat ditemui Kamis (13/06/2019).  

"Berawal dari hanya punya keinginan dengan mengajak kader posyandu dan kebetulan memiliki tujuan yang sama dengan dosen Politeknik Negeri Bandung, maka didirikanlah bank sampah untuk mengurangi sampah anorganik yang menumpuk. Hingga kini. jumlah nasabah bank sampah berjumlah 40 orang," ungkapnya.

Dai proses pengelolaan di bank sampah, para nasabah diajarkan untuk memilah barang yang satu jenis, tidak boleh sampah styrofoam, mika dan kemasan kopi. Selanjutnya sampah tersebut ditimbang dan hasilnya dicatat dibuku tabungan. Sampah tersebut dijual kembali kepada pengepul yang nantinya uang tabungan tersebut dapat warga ambil ketika bulan ramadan.

Supriatin menjelaskan lebih lanjut kendala yang dihadapinya yaitu kurangnya bantuan operasional dan warga yang masih enggan berpartispasi dalam bank sampah 

"Dengan berbagai kendala yang dihadapi semoga dapat terpecahkan, saya ingin bank sampah ini mampu melebarkan sayap hingga ke lintas rw dan desa,"jelasnya.

Sampah yang sudah dipilih tersebut dapat didaur ulang dan dibuat menjadi kerajinan seperti tempat tisu, celengan, tas, hiasan rumah yang unik, hingga tempat sampah yang dihias dengan kertas tisu jepang. Dalam proses pembuatan kerajinan membutuhkan waktu satu hingga empat hari sesuai dengan tingkat kerumitan. 

"Kalau untuk penjualannya pastinya kerajinan tersebut memiliki nilai jual yang sangat tinggi dihargai yaitu dari 20.000 rupiah hingga 120.000 rupiah dan kami juga menerima pemesanan dalam jumlah banyak," tutupnya. (Ulfah Dalilah) 
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar