Yamaha Lexi

Jelang Sidang Sengketa Pilpres, Penyekatan Akan Dilakukan Polres Cirebon

  Kamis, 13 Juni 2019   Erika Lia
Gedung Mahkamah Konstitusi. (Istimewa)

SUMBER, AYOCIREBON.COM—Tindakan penyekatan akan dilakukan Polres Cirebon bila menemukan adanya pergerakan dari massa pendukung pasangan calon tertentu, jelang sidang gugatan Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (14/6/2019).

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto menyatakan, pihaknya akan lebih dulu mengamati situasi sebelum memutuskan penyekatan di jalan-jalan guna mencegah pergerakan massa dari dalam Cirebon maupun luar Cirebon. Dia berharap, tak ada pergerakan dari massa mana pun ke Jakarta.

"Penyekatan lihat situasi nanti. Kalau ada pergerakan, kami akan lakukan penyekatan, tapi semoga saja tidak ada (pergerakan)," ungkapnya, Kamis (13/6/2019).

AYO BACA : Forkopimda Kabupaten Bogor Imbau Warganya Tidak ke MK

Penyekatan sebelumnya pernah dilakukan jajaran Polres Cirebon saat mencoba mencegah pergerakan massa pada aksi 21-22 Mei. Sejauh ini, ungkapnya, dari hasil pengamatan kepolisian, belum ada pergerakan satu pun dari Kabupaten Cirebon ke Jakarta.

Namun, dia mengimbau seluruh pendukung pasangan calon, terutama warga Cirebon untuk mengandalkan media massa bila hendak memantau perkembangan situasi di MK. Selain masyarakat menjaga kekondusifan daerah, dia mengingatkan publik untuk bersabar menanti hasil keputusan MK kelak.

"Masyarakat harus yakin MK profesional dan bertindak sesuai fakta hukum yang ada," tegasnya.

AYO BACA : Bupati Tasik Larang Pegawainya Unjuk Rasa di MK

Sementara itu, diketahui Front Pembela Islam (FPI) Cirebon Raya melarang anggotanya berangkat ke Jakarta. Menurut Ketua FPI Cirebon Raya Habib Muhammad Al-Habsy, seluruh anggotanya diinstruksikan beraktivitas seperti biasa tanpa perlu ke ibu kota.

"Tidak usah ke Jakarta, bekerja saja seperti biasa, yang sekolah juga sekolah saja," katanya.

Pihaknya menyarankan anggota FPI Cirebon Raya memilih mencari nafkah bagi keluarga, mengingat biaya yang harus dikeluarkan untuk ke Jakarta tidaklah sedikit. Terlebih, Prabowo sendiri telah mengintruksikan para pendukungnya agar tak datang ke Jakarta.

Dia memaparkan, selama ini pun aksi-aksi yang mereka lakukan di Jakarta tak mengubah hasil. Karena itu, pihaknya cenderung lebih menunggu hasilnya nanti.

Bila ada anggota FPI dari Cirebon yang berangkat ke Jakarta, dipastikannya itu bukanlah atas instruksi dirinya. Pihaknya juga tak bertanggung jawab bila ada orang yang mengaku sebagai anggota FPI Cirebon.

"Kalau ada yang mengaku dari FPI Cirebon dan berangkat ke Jakarta, itu bukan intruksi dari kami. Kami juga tak bertanggung jawab apa pun," tegasnya.

AYO BACA : Seluruh Sekjen Partai Pendukung Jokowi-Ma'ruf Akan ke MK Besok

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar