Yamaha Mio S

Kemarau di KBB Diprediksi Terjadi Pada Pertengahan Juni ini

  Kamis, 13 Juni 2019   Faqih Rohman
Ilustrasi distribusi air saat musim kemarau. (Irfan Al-Faritsi/ayobandung.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Musim kemarau di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diprediksi terjadi pada pertengahan Juni 2019. Sedangkan puncaknya akan terjadi pada Agustus mendatang.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan saat ini wilayah KBB tengah memasuki fase pancaroba hingga awal Juli 2019. Sehingga dalam 10 hari, curah hujan yang turun kurang dari 50 milimeter.

"Jadi masih ada hujan, tapi hujannya mengurang, tapi masih ada hujan ringan terutama pada sore hari. Nanti secara bertahap akan berkurang," ujarnya melalui sambungan telepon kepada ayobandung.com, Kamis (13/6/2019).

AYO BACA : Jelang Kemarau, BPBD KBB Siap Salurkan Air Bersih

Dia menjelaskan pada saat awal kemarau kondisi cuaca akan cenderung cerah, suhu udara pun lanjutnya secara bertahap akan naik bahkan bisa mencapai 31 - 32 derajat celcius. Diprediksi musim kemarau pada tahun ini akan berlangsung hingga September mendatang, sedangkan puncaknya akan terjadi pada Agustus. 

"Pada awal atau peralihan kadang kita merasa panas banget, suhu sekitar 31 - 32 derajat. Kalau sudah puncak bisa sampai 33 - 34 derajat ketika siang hari sekitar pukul 12.00 WIB, untuk suhu minimumnya 18 derajat celcius," katanya. 

Terkait potensi angin kencang, kata Tony di wilayah KBB relatif lebih sedikit tetapi pada pancaroba saat ini, masyarakat pun diminta untuk waspada karena gangguan cuaca pendek rawan terjadi. Menurutnya, banyak faktor yang mempengaruhi terjadi suatu perubahan cuaca, terlebih pada pancaroba. 

AYO BACA : Cirebon dan 6 Daerah Lain Berpotensi Kekeringan

"Sekarang mulai berkurang potensi anginnya, tapi tetap kita perlu antisipasi. Sebab angin itu, cepat berubah, maksudnya seperti gangguan cuaca jangka pendek itu tiba-tiba satu hari bisa hujan sangat lebat anginnya kencang meskipun kemarau," terangnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air, sehingga ketika kemarau tidak terjadi krisis air bersih. Selain itu, potensi kebakaran pada kemarau cenderung meningkat sehingga sebaiknya jangan membuang puntung rokok sembarangan. 

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Dicky Maulana mengatakan pada musim kemarau bencana yang paling banyak terjadi yakni kebakaran. Sehingga masyarakat diminta untuk senantiasa menjaga lingkungan dan hati-hati ketika akan meninggalkan rumah dengan memastikan semuanya aman. 

"Untuk KBB kemarau ini biasanya banyak kebakaran, maka untuk itu waspada dan hati-hati apalagi saat berpergian meninggalkan rumah. Pastikan semuanya aman," ungkapnya.
 

AYO BACA : Jika Kemarau, Warga Desa Cibalung Kesulitan Air Bersih

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar