Yamaha Mio S

Menkes Surati Kominfo Agar Iklan Rokok di Internet Diblokir

  Kamis, 13 Juni 2019   Fira Nursyabani
Perwal Nomor 315 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok menyatakan Kawasan tanpa Rokok (KTR) mencakup fasilitas layanan kesehatan, tempat proses belajar-mengajar, tempat ibadah, tempat anak bermain, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum. (Irfan Al-Faritsi/ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengirimkan surat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Dalam surat itu, menkes meminta agar iklan rokok di internet diblokir.

AYO BACA : Zaman Anak Milenial Enak (Tanpa) Merokok

"Saya perlu cek suratnya, tapi sepertinya betul," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi saat dikonfirmasi mengenai surat itu, Rabu (12/6/2019).

AYO BACA : 6 Dampak Mematikan Rokok Elektrik

Permintaan itu sesuai dengan perhatian Kementerian Kesehatan terhadap peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja usia 10 tahun hingga 18 tahun sebagai akibat paparan iklan rokok di berbagai media termasuk internet. "Surat tersebut bersifat internal karena antara dua menteri," jelas Oscar.

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, terjadi peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja usia 10 tahun hingga 18 tahun dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 9,1 persen pada 2018. Penelitian London School of Public Relation (LSPR) pada 2018 menemukan tiga dari empat remaja mengetahui iklan rokok di media daring. Iklan rokok banyak ditemui remaja pada media sosial seperti Youtube, berbagai situs web, Instagram serta permainan daring. 

AYO BACA : Hari Tanpa Tembakau, Pemerintah Disarankan Hapus Diskon Rokok

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar