Yamaha Lexi

Prabowo Klaim Menang 52% dalam Formulir C1 yang Diserahkan ke MK

  Kamis, 13 Juni 2019   Andres Fatubun
Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Bambang Widjojanto (tengah) bersama Penanggung jawab tim hukum Hashim Djojohadikusumo (kanan) dan anggota tim hukum Denny Indrayana (kiri). (Antarafoto)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Tim Prabowo-Sandi telah mengajukan gugatan sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Salah satu hal yang dipersoalkan adalah dugaan adanya penggelembungan suara pada Pilpres 2019.

Dalam permohonannya, tim Prabowo-Sandi melampirkan hasil penghitungan suara versi dirinya selaku pemohon yang didasarkan pada formulir C1. Hasilnya, Prabowo-Sandi memperoleh 68.650.239 suara atau 52 persen. Sedangkan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 63.573.169 suara atau 48 persen.

AYO BACA : Prabowo Bersilaturahmi ke Keluarga Cendana

"Perolehan itu didasarkan atas dokumen C1 yang dimiliki pemohon, baik yang berasal dari BPN sendiri, relawan yang dikoordinasikannya maupun dokumen yang berasal dari Bawaslu," bunyi dalil gugatan tim Prabowo-Sandi yang diterima Liputan6.com, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Sementara data KPU memenangkan paslon Jokowi-Ma'ruf dengan perolehan 85.607.362 suara atau 55,50 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi menurut KPU memperoleh 68.650.239 suara atau 44,50 persen.

AYO BACA : Komisioner KPU Mengaku Heran dengan Tuduhan Kubu Prabowo

Pihak Prabowo-Sandi menuding, KPU menggelembungkan suara sebesar 22.034.193 untuk Jokowi-Ma'ruf. 

Namun ada yang menarik pada data yang dimiliki tim Prabowo-Sandi. Jokowi-Ma'ruf tidak memperoleh suara sama sekali alias nol di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Data versi pemohon, Prabowo-Sandi memperoleh 2.877.781 suara dari jumlah 2.877.781, sedangkan Jokowi-Ma'ruf 0. Sementara versi KPU, Prabowo-Sandi memperoleh 2.877.781 suara dan Jokowi-Ma'ruf 1.942.987 dari jumlah 4.820.768.

AYO BACA : Seluruh Sekjen Partai Pendukung Jokowi-Ma'ruf Akan Ke MK Besok

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar