Yamaha NMax

Dinkes Jabar Temukan 5.000 Kasus Gangguan Pencernaan Usai Lebaran

  Kamis, 13 Juni 2019   Fira Nursyabani
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti (Istimewa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan penyakit gangguan pencernaan seperti diare, maag, hingga tifus usai Lebaran 2019 mencapai sekitar 5.000 kasus. Penyakit tersebut menjadi jenis penyakit yang paling banyak diderita oleh pemudik saat arus mudik dan balik tahun ini.

AYO BACA : Kenali Penyakit di Balik Tangan dan Kaki yang Tiba-tiba Dingin

"Kalau selama arus mudik dan balik Lebaran berlangsung, itu penyakit yang paling banyak dialami pemudik, pertama adalah paling banyak gangguan pencernaan. Jumlah kasusnya banyak ya mencapai sekitar 5.000 kasus," kata Kepala Dinkes Jabar, Berli Hamdani Gelung Sakti di Kota Bandung, Kamis (13/6/2019).

AYO BACA : WHO: Kecanduan Game Adalah Penyakit

Penyakit kedua yang banyak diderita pemudik, ujarnya ialah kardiovaskular seperti hipertensi atau gangguan pada organ jantung. "Jadi dua penyakit tersebut yakni gangguan pencernaan dan kardiovaskular adalah penyakit yang paling banyak diderita oleh pemudik tahun ini," tambah dia.

Menurut dia, pemudik yang menderita dua penyakit tersebut lebih disebabkan karena pola yang salah saat mengonsumsi makanan. Saat Lebaran, warga cenderung memakan beragam jenis makanan, sehingga menyebabkan gangguan pencernaan.

Berli mengatakan saat Hari Raya Idulfitri, umat muslim dianjurkan untuk tetap mengatur pola konsumsi yang baik dan tidak berlebih-lebihan. Hal tersebut, sebut dia penting untuk menjaga kesehatan tubuh, dari gangguan pencernaan atau kardiovaskular yang biasanya muncul setelah Lebaran.

AYO BACA : 90 Persen Perokok Dipastikan Terkena Penyakit Akibat Zat Beracun

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar