Yamaha Lexi

Keliling 5 Benua, Angklung Web Institute Mendunia

  Kamis, 13 Juni 2019   Andres Fatubun
Komunitas Angklung Web Institute (Dok. Isntagram Angklung Web Institute)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Siapa yang tak mengenal angklung? Angklung merupakan alat musik yang terbuat dari bambu  dan merupakan salah satu warisan budaya dunia yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2010. Lalu bagaimana jika Anda ingin menjadi seorang yang melestarikan kebudayaan angklung tersebut?

Tenang saja, jika Anda ingin bergabung dengan komunitas angklung jawabannya adalah Angklung Web Institute (AWI). Komunitas AWI ini sudah berdiri sejak 17 Oktober 2003 yang didirikan oleh Budi Supadirman. Ia membangun AWI karena kecintaannya terhadap angklung. 

Menurut Founder Angklung Web Institute, Budi Supadirman, komunitas AWI ini terbentuk karena keinginannya untuk mengumpulkan orang-orang yang mempunyai keahlian yang sama yaitu angklung. Karena dirinya sudah lama berkecimpung di dunia angklung maka terbentuklah komunitas AWI tersebut. Ia juga berusaha menasionalkan bahkan menginternasionalkan angklung dengan memadukannya dengan kecanggihan internet.

“Jika anggota dilihat secara komunitas di website AWI sekitar 1.700 orang, dan jika member darat yang paling banyak bisa mencapai 500 orang. Tetapi waktu itu saya pernah memberangkatkan lebih dari 1.000 orang untuk keluar negeri,” lanjut Budi.

Komunitas AWI ini berasal dari berbagai kalangan usia dari yang muda bahkan sampai 70 tahun pun ada ditambah lagi anggota tersebut sangat jago bermain angklung. Anggota dari AWI pun tidak hanya dari Bandung saja tetapi luar negeri juga ada seperti Hamburg dan Jepang karena sistem komunitas ini berbasis web.

Lalu bagaimana cara latihannya jika berbasis web dan bahkan ada dari luar negeri? AWI sendiri ada latihan langsung seperti di Braga City Walk Bandung atau di sekolah-sekolah seperti SMP Nasional Bandung yang menjadi salah satu homenase komunitas ini. Sistem latihan jarak jauh di luar negeri memakai fasilitas web seperti memakai software appear.in.

Komunitas AWI ini sudah keliling ke-5 Benua dan bulan Juni mereka diundang ke Al-Jazair, pernah juga AWI diundang ke Abu Dhabi, Singapura, Amerika, Jepang, Korea, dan Autralia. Bahkan, komunitas AWI ini paling rajin mengadakan konser setiap 3 bulan sekali. AWI juga mempunyai software angklung Musical Instrument Digital Interface (MIDI) yang paling bagus dan beberapa penemuan seperti angklung maxima.

Ada 3 manfaat masuk ke komunitas ini menurut Budi di antaranya adalah, pertama mengenal budaya, kedua musik meningkatkan kecerdasan kita bertambah, dan yang terakhir adanya kerjasama, gotong royong, dan cinta tanah air.

“Melalui angklung kita menjadi cinta tanah air dan bangga, jadi jangan sampai suatu saat nanti kita melupakan angklung dan kita juga harus bangga dengan angklung karena itu berpeluang menjadi sumber devisa dan saya ingin setiap negara harus belajar angklung,” tutur Budi.

Jika Anda tertarik ingin bisa bermain angklung, arumba, dan bahkan dengan angklung bisa pergi ke luar negeri seperti di komunitas Angklung Web Institute bisa langsung daftar ke facebook Angklung Web Insitute atau melalui Instagramnya yaitu @angklungwebinstitute. (Sita Pebriani)
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar