Yamaha Lexi

28 Kebakaran dalam Sebulan, Cegah dengan Cara Ini

  Rabu, 12 Juni 2019   Mildan Abdalloh
(Pixabay.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Dalam satu bulan terakhir sedikitnya terjadi 28 kebakaran di wilayah Kabupaten Bandung.

Kepala Seksi Pemadaman dan Investigasi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten BandungĀ  Endang Sulaeman mengatakan sebagian besar penyebab kebakaran di wilayahnya diakibatkan oleh konsleting listrik.

Konsleting listrik menjadi penyebab dominan kebakaran di Kabupaten Bandung, tutur Endang, Rabu (12/6/2019).

Konsleting listrik kata Endang menjadi penyebab kebakaran yang sulit ditangani. Terlebih jika konsleting terjadi di atas rumah.

AYO BACA : Kebakaran di Kabupaten Bandung Meningkat

Kalau di atap sulit untuk dideteksi dari awal, biasanya ketahuan ketika api sudah besah, sehingga lambat ditangani, ujarnya.

Dominannya konsleting listrik menjadi penyebab kebakaran dikarenakan ketidak hati-hatian masyarakat dalam memperhatikan hal-hal kecil.

Dipaparkannya, pada saat memasang instalasi listrik, masyarakat banyak menggunakan jasa orang-orang yang tidak profesional. Sehingga pemasangan instalasi dilakukan tidak sesuai standar.

Dia mencontohkan banyak kasus masyarakat yang memasang instalasi dengan cara ditanam secara langsung di tembok. Padahal idealnya sebelum ditembok, kabel listrik harus dimasukan ke dalam pipa PVC supaya kabel tidak panas akibat tidak didinginkan oleh udara.

AYO BACA : Kebakaran Hebat di Cicalengka Hanguskan Ribuan Ekor Ayam

Selain itu kabel yang digunakan tidak sesuai standar atau kapasitas pemakaian.

Masyarakat banyak membeli peralatan kelistrikan baik itu kabel maupun terminal bukan karena kualitas, tapi melihat harga yang murah, ujarnya.

Padahal kata Endang selain harga, masyarakat juga harus mempertimbangkan pemakaian listrik di rumah. Dia mencontohkan, jika ingin membeli terminal, maka harus diperhatikan kapasitas arus terminal yang dibelinya dengan pertimbangan penggunaannya.

Banyak yang membeli terminal listrik dengan kapasitas hanya satu sampai lima amper, tapi digubakan untuk pelbagai alat elektronik sepetti TV, kulkas, rice cooker. Akibatnya terminal jadi panas dan berpotensi mengakibatkan kebakaran, paparnya.

Selain itu, masyarakat juga jarang melakukan pengecekan instalasi listrik secara rutin, terutama isntalasi di atap rumah. Padahal di atap rumah banyak tikus yang bisa memakan bungkus kabel yang sewaktu-waktu bisa menyebabkan konsleting.

Jarang juga yang melakukan penggantian kabel instalasi secara berkala. Padahal semua kabel ada usianya. Maksimal pemakaian itu 10 tahun. Jika lebih dari 10 tahun, bungkus kabel bisa lapuk, ujarnya.

Dengan memperhatikan hal-hal kecil tersebut kata Endang maka potensi penyebab kebakaran bisa diminimalisasi.

AYO BACA : Pabrik Konveksi Hangus Terbakar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar