Yamaha NMax

Sengketa Pilpres 2019, Ketua MK Harap Situasi Aman Setelah Putusan

  Rabu, 12 Juni 2019   M. Naufal Hafiz
Gedung Mahkamah Konstitusi. (Antara)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman berharap situasi aman dan terkendali setelah pengucapan putusan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2019.

"Insyaallah situasi aman dan terkendali pasca-pengucapan putusan," ujar Anwar di Gedung MK Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Anwar mengatakan, kondisi dan situasi setelah pengucapan putusan akan sangat bergantung pada seluruh pihak yang terlibat di dalam perkara tersebut, termasuk pihak keamanan.

AYO BACA : Kawal Sengketa Pilpres di MK, FPI Kota Bandung Kirim 500 Simpatisan

"Tentu dibutuhkan kerja sama yang baik antara MK dengan Bawaslu, KPU, maupun pihak keamanan TNI maupun kepolisian di sini," ujar Anwar.

Anwar berharap pengucapan putusan PHPU Presiden dan Wakil Presiden dapat diselesaikan sebelum Salat Jumat (28/6/2019).

"Bahkan kalau bisa penanganan perkara perselisihan hasil Pilpres selesai hanya satu minggu saja," ucap Anwar.

AYO BACA : Tegaskan MK Independen, Ketua: Tidak Akan Bisa Dipengaruhi Siapa Pun

Sidang pendahuluan perkara sengketa Pilpres 2019 diagendakan digelar pada Jumat (14/6/2019) pagi, dengan menggunakan sistem panel.

Sidang pendahuluan ini merupakan tahap keenam dari sebelas tahap proses penanganan sengketa hasil Pilpres 2019 di MK.

Tahap selanjutnya adalah sidang pemeriksaan perkara yang diagendedakan pada 17 Juni hingga 21 Juni.

Tahap selanjutnya adalah Rapat Pemusyawaratan Hakim (RPH), dilanjutkan dengan sidang pengucapan putusan. Sidang pengucapan putusan untuk perkara Pemilu Presiden diagendakan digelar pada 28 Juni.

Tahap terakhir adalah penyerahan salinan putusan dan pemuatan dalam laman MK.

AYO BACA : Sejumlah Berkas KPU dan Bawaslu RI Diserahkan kepada MK

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar