Yamaha Aerox

Zonasi dan Kuota PPDB SMP Kabupaten Bandung

  Rabu, 12 Juni 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi PPDB.

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten Bandung akan mengesahkan Perbup Nomor 30/2019 tentang Penerimaan Peserta Disik Baru (PPDB) hari ini.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Maman Sudrajat mengatakan, Perbup 30/2019 yang akan ditandatangani tersebut merupakan turunan dari Permendikbud 51/2018 dan Surat Edaran Bersama Kemendikbud dan Kemendagri.

"Kami akan melaksanakan peraturan pusat terkait PPDB secara utuh. Amanatnya supaya pemerintah daerah membuat zonasi," tutur Maman, Rabu (12/6/2019).

Berdasarkan Perbup 30/2019 kata Maman, terdapat 9 zona PPDB SMP dan MTs di Kabupaten Bandung.

Zona satu meliputi Kecamatan Soreang, Kutawaringin, Katapang, Margahayu dan Margaasih.

Zona dua meliputi Rancabali, Ciwidey dan Pasirjambu.

Zona tiga meliputi Banjaran, Cangkuang, Arjasari dan Pameungpeuk.

Zona empat meliputi Pangalengan dan Cimaung.

Zona lima meliputi Baleendah, Bojongsoang dan Cimaung

Zona enam meliputi Cimenyan, Cilengkrang dan Cileunyi.

Zona tujuh meliputi Cicalengka, Cikancung, Rancaekek dan Nagreg.

Zona delapan meliputi Ibun, Majalaya, Paseh dan Solsokanjeruk.

Zona sembilan meliputi Pacet, Ciparay dan Kertasari.

"Masyarakat diharapkan daftar sesuai zona masing-masing," ujarnya.

Kuota untuk PPDB jalur zonasi minimal sebanyak 90%, sisanya dibagi jalur presrasi sebanyak 5% dan perpindahan tugas orang tua sebanyak 5%.

"Untuk jalur prestasi dilakukan secara skor, tergantung tingkatan prestasi yang didapat. Jika peminat jalur prestasi ini kurang, kuota akan dipindahkan ke jalur zonasi. Begitu juga dengan jalur perpindahan tugas orang tua. Kan kuota jalur zonasi itu minimal 90%," katanya.

Pendaftaran PPDB akan dimulai pada 24 Juni dengan rincian jalur prestasi dan perpindahan tugas orang tua pada 24-26 Juni. Sementara jalur zonasi akan dimulai pada 1-6 Juli.

"Untuk perbatasan kota/kabupaten telah disepakati masih bisa diterima dengan catatan sekolah di zonasinya telah overload. Itu juga dibatasi hanya 5%. Sementara untuk daerah dengan berbatasan zona dalam satu kabupaten akan diakomodir dengan jarak 1.000 meter dari rumah ke sekolah di luar zona," paparnya.

Untuk zona satu daya tampung siswa mencapai 10.836 sementara potensi siswa mencapai 11.191. Di zona satu terdapat 78 SMP dan MTs dengan ketersediaan 301 rombel.

Zona dua daya tampung siswa mencapai 4.680 dengan potensi siswa hanya 4.143. Terdapat 37 SMP dan MTs dengan jumlah rombel mencapai 301.

Zona tiga daya tampung siswa mencapai 8.748 siswa dengan potensi mencapai 7.302 yang akan ditampung di 68 SMP dan MTs dengan jumlah rombel mencapai 243.

Zona empat daya tampung siswa mencapai 4.032, potensi siswa 4.478 yang akan ditampung di 31 SMP dan MTs dengan jumlah rombel 112.

Zona lima daya tampung siswa mencapai 7.884 potensi siswa 8.569. Di zona lima terdapat 219 rombel di 58 SMP dan MTs.

Zona enam daya tampung siswa mencapai 6.084 sementara potensi siswa mencapai 5.418.  di zona enam terdapat 169 rombel di 51 SMP dan MTs.

Zona tujuh daya tampung siswa mencapai 9.432 dengan potensi siswa sebanyak 9.110. Di zona ini terdapat 262 rombel di 69 SMP dan MTs.

Zona delapan daya tampung siswa mencapai 9.000 dengan potensi siswa sebanyak 9.329. Di zona ini terdapat 250 rombek di  71 SMP dan MTs.

Zona sembilan daya tampung siswa mencapai 9.720 dengan potensi siswa mencapai 7.063. Di zona ini terdapat 270 rombel di 79 SMP dan MTs.
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar