Yamaha NMax

Gubernur Jabar dan Bupati Bekasi Cari Solusi Atasi Penganguran

  Rabu, 12 Juni 2019   Nur Khansa Ranawati
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. (Nur Khansa/ayobandung)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Sebagai salah satu kawasan industri di Jawa Barat, Kabupaten Bekasi dianggap masih memiliki angka pengangguran yang tinggi. Berdasarkan data terkahir yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 172 ribu orang di Kabupaten Beksi berstatus sebagai pengangguran.

Bupati Bekasi yang baru dilantik hari ini, Eka Supria Atmaja mengakui hal tersebut sebagai salah satu permasalahan inti di daerahnya. Untuk menyikapinya, dirinya mengatakan akan mengadakan rangkaian pelatihan bagi warga bersama Dinas Ketenagakerjaan setempat.

Di samping itu, Eka juga akan menegaska peraturan wajin bagi pengusaha untuk menerima 30% tenaga lokal di perusahaan masing-masing.

AYO BACA : Ditanya Kelanjutan Meikarta, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Menghindar

"Ada regulasi juga di kita terkait dengan Pergub 35, bahwa ada kewajiban bagi pengusaha terkait izin untuk berpartisipasi yaitu bisa 30% menerima tenaga lokal. Kalau memang belum, nanti diharapkan (tenaga lokal) dilatih biar mampu," jelasnya ketika ditemui selepas pelantikan di Gedung Sate, Rabu (12/6/2019).

Hal senada juga disampaikan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Dia mengatakan, salah satu jalan untuk mengentaskan pengangguran di Kabupaten Bekasi adalah lewat priorotas warga lokal dan pembangunan teaching factory.

"Nanti sama-sama kita bikin kebijakan untuk memprioritaskan warga lokal, wajibkan pabrik-pabrik bikin sekolah namanya teaching factory, tapi yang jadi murid di sana warga lokal. Lulus dari sana skill-nya meningkat sesuai kebutuhan sehingga bisa disalurkan," jelasnya ketika ditemui dalam kesempatan yang sama.

AYO BACA : Banyak Proyek di Bekasi, Emil Titip Bupati Baru Jaga Integritas

Dirinya mengaku sedih ketika menangkap fenomena bahwa banyak warga lokal di kawasan industri tersebut yang tersisih dan bekerja di area-area yang kurang signifikan.

"Sedih kalau mendengar warga Bekasi sendiri seperti jadi tamu, kan yang bekerja warga kota atau provinsi lain. Kebanyakan warga lokalnya hanya di level-level ujung," jelasnya.

Dia mengatakan, pihaknya akan berembuk dengan Eka untuk membicarakan hal tersebut lebih jauh.

"Nanti kita bahas, makannya saya nunggu momentum pelantikan ini supaya sinkron. Jadi itu agenda terpenting Kabupaten Bekasi. Akan saya bahas," ujarnya. 

AYO BACA : Eka Supria Atmaja Resmi Gantikan Neneng Jadi Bupati Bekasi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar