Yamaha Aerox

Akankah Kominfo Kembali Batasi Medsos Saat Sidang Gugatan MK?

  Rabu, 12 Juni 2019   Fira Nursyabani
Menkominfo Rudiantara menghadiri Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/5/2019). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan belum ada keputusan mengenai wacana pembatasan akses ke sejumlah fitur media sosial saat sidang sengketa hasil Pemilu 2019 berlangsung. Sidang dijadwalkan akan digelar pekan ini di Mahkamah Konstitusi (MK).

AYO BACA : Gugatan Hasil Pilpres, Prabowo Minta Pendukungnya Tidak Hadir di MK

"Belum tahu," kata Menkominfo Rudiantara, usai acara silaturahim dengan pegawai Kominfo, Rabu (12/6/2019).

AYO BACA : Pengamat: Gugatan BPN Prabowo-Sandi Berpotensi Ditolak MK

Rudiantara menjelaskan pembatasan media sosial merupakan keputusan terakhir setelah mempertimbangkan berbagai faktor, salah satunya penyebaran masif konten hoaks selama periode aksi 22 Mei. Berdasarkan data Kominfo ada sekitar 600 URL per hari yang digunakan untuk menyebarkan konten hoaks maupun negatif yang berkaitan dengan aksi 22 Mei.

"Kontennya memang menghasut masyarakat," kata Rudiantara. Keputusan pembatasan media sosial, seperti yang terjadi pada Mei lalu, merupakan hasil koordinasi dengan beberapa kementerian lain, salah satunya Kementerian Politik, Hukum, dan HAM (Kemenpolhukam).

Plt Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu, menyatakan saat ini kementerian siaga untuk melihat situasi di media sosial, apakah ada peningkatan konten-konten yang bersifat menghasut dan memecah belah seperti Mei lalu. "Itu (pembatasan medsos) pilihan terakhir sekali, sifatnya situasional. Melihat konten, persebarannya dan jumlahnya," kata dia.

Pantauan Kominfo terhada hoaks di media sosial antara lain dengan memanfaatkan mesin AIS, untuk mendeteksi sebaran dan jumlah konten. Menkopolhukam Wiranto sebelumnya menyatakan tidak ada pembatasan akses ke media sosial saat sidang sengketa hasil Pemilu 2019, yang akan berlangsung pada 14 Juni hingga 28 Juni.

AYO BACA : Jelang Sidang MK, Massa Bakal Dicegah ke Jakarta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar