Yamaha Lexi

Polisi Amankan Seorang Kader Parpol Terduga Pemberi Dana ke Kivlan Zen

  Rabu, 12 Juni 2019   Andres Fatubun
Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi, mengatakan pihaknya telah mengamankan Habil Marati atau HM sebagai tersangka yang diduga memberikan dana ke Kivlan Zen.

Dana tersebut akan digunakan untuk membeli senjata dan membunuh empat tokoh nasional serta seorang Direktur Eksekutif lembaga survei nasional Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Total yang diberikan dana ke Kivlan yakni sebesar 15 ribu Dolar Singapura atau sekitar Rp 150 juta.

"Tersangka HM ini berperan memberikan uang. Jadi uang yang diterima tersangka KZ (Kivlan Zen) berasal dari HM. Maksud tujuan untuk pembelian senjata api," kata Ade di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

AYO BACA : Polisi: Perusuh 22 Mei Gunakan Bom Molotov Hingga Panah Beracun

Selain itu, HM juga memberikan uang sebesar Rp 60 juta untuk tersangka Harry Kurniawan alias Iwan untuk operasional dan memberi senjata api.

"Juga memberikan uang Rp 60 juta langsung kepada HK untuk biaya operasional dan juga pembelian senjata api," jelas Ade.

Adapun pihak Kepolisian mengamankan sebuah telepon genggam yang diduga sebagai alat komunikasi dengan Kivlan dan para tersangka permufakatan jahat untuk melakukan pembunuhan.

"Dan print out bank dari tersangka HM," pungkasnya.

AYO BACA : Amnesty International Desak Polisi Umumkan Pelaku Penembakan Korban 22 Mei

Berdasarkan penelusuran, HM merupakan kader salah satu parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf. Yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Berdasarkan penelusuran, Habil merupakan kader PPP. Sekjen PPP Arsul Sani membenarkan yang bersangkutan masih menjadi kader.

"Masih (menjadi kader)," kata Arsul kepada Liputan6.com, Selasa (11/6/2019).

Bahkan, masih kata dia, Habil pada Pemilu 2019 ini maju sebagai calon legislatif. Namun, yang bersangkutan gagal.

"Dia kemarin caleg PPP, tapi tidak jadi," dia memungkasi.

AYO BACA : 67 Pelaku Kericuhan Aksi 22 Mei Masih Anak-Anak

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar