Yamaha

Menata Kota Meminimalisasi Urban

  Rabu, 12 Juni 2019   Redaksi AyoBandung.Com   Netizen
Ilustrasi: Pebalik berdatangan di Terminal Leuwipanjang akhir pekan lalu.(Kavin/ayobandung.com)

Urbanisasi usai Idulfitri masih terjadi. Di Jawa Barat, Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jawa Barat menyatakan kabupaten/kota Bandung menjadi daerah yang paling banyak dituju oleh warga untuk melakukan urbanisasi. Rata-rata mereka yang melakukan urbanisasi untuk mencari pekerjaan di sektor informal.

Sulitnya mencari penghidupan di desa dan pesatnya pembangunan perkotaan menjadi magnet bagi warga desa untuk datang kekota mencari pekerjaan. Urbanisasi dipicu adanya perbedaan pertumbuhan atau ketidakmerataan fasilitas-fasilitas dari pembangunan khususnya antara daerah pedasaan dan perkotaan. Akibatnya wilayah perkotaan menjadi magnet bagi kaum urban untuk mencari penghidupan.

Pada saat kota mendominasi fungsi sosial, ekonomi, pendidikan, menjadi daya tarik kaum urban untuk datang ke kota. Sementara itu urbanisasi yang tidak terkendali akan menimbulkan berbagai akibat negatif seperti munculnya gejala kemiskinan, ketimpangan income perkapita, pengangguran, kriminalitas, polusi, pertumbuhan daerah kumuh dan sebagainya.

Oleh karena itu perlu ada upaya menata pedesaan dengan pembangunan yang relatif sama dengan perkotaan hingga warga tak perlu berbondong-bondong melakukan urban ke kota.

Keberhasilan negara khilafah dalam membangun pedesaan di masa lalu patut dicontoh. Saat Baghdad dijadikan ibukota negara, kekhilafahan Abasisiyah menjadikan setiap bagian kota hanya untuk sejumlah penduduk tertentu.

Bagian kota tersebut dilengkapi dengan prasarana publik yang dibutuhkan warga, seperti masjid, sekolah, perpustakaan, taman, industri, area komersial, tempat singgah bagi musafir hingga pemandian umum yang terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Bahkan pemakaman umum dan tempat pengolahan sampah tidak ketinggalan. Dengan perencanaan kota seperti itu sebagian besar warga tak perlu berurbanisasi untuk memenuhi kebutuhannya baik menuntut ilmu atau bekerja karena semua dalam jangkauan perjalanan kaki yang wajar dan memiliki kualitas standar.

Pembangunan yang merata dan ketersediaan lapangan kerja di setiap wilayah akan menghindari konsentrasi warga negara pada satu wilayah tertentu, serta dapat mengatasi urbanisasi dari desa ke kota yang berlebihan sehingga tidak menimbulkan masalah.

Irianti Aminatun (member AMK)

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar