Yamaha Mio S

24 Tahun Amankan Lebaran, Anggota Brimob Ini Menangis Ingat Keluarga

  Selasa, 11 Juni 2019   Nur Khansa Ranawati
Anggota Satbrimob Jabar Batalyon A, Bripka Sutisna Wiyata. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Saat momen Ramadan dan lebaran tiba, tidak seluruh umat muslim dapat pulang kampung berjumpa keluarga. Beberapa di antara mereka harus tetap siaga menjalankan pekerjaan masing-masing demi memastikan kebutuhan masyarakat terlayani. Bahkan, bila taruhannya harus merelakan waktu bercengkrama bersama orang-orang tercinta.

Salah satu profesi yang menuntut keadaan demikian adalah menjadi anggota jajaran kepolisian. Anggota Satbrimob Jabar Batalyon A, Bripka Sutisna Wiyata adalah contohnya. Sutisna harus berjaga dengan seragam lengkap plus senapan laras panjang ketika orang-orang di sekitarnya mengenakan pakaian anyar untuk salat Ied bersama keluarga.

Untuk Idulfitri 1440 H atau 2019 ini, dirinya yang memiliki basis tugas di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, ditugasi bekerja dengan Polrestabes Bandung untuk menjaga keamanan Idulfitri di Kota Bandung. Kala itu, dia bertugas mengamankan jalannya salat Ied di Lapangan Gasibu yang dihadiri gubernur dan sebagian pejabat eselon II Jawa Barat.

Sutisna mengaku dirinya masih melakukan pengamanan lanjutan sejak Pilpres 2019 April lalu dan belum sempat pulang sejak itu.

"Pengamanan ini dilanjut dari Pilpres. Selama Ramadan dan sebelumnya saya enggak ada di rumah, sampai sekarang belum pulang," ungkapnya pada Ayobandung.com di sela tugasnya.

AYO BACA : Suka Duka Petugas Tol Kala Musim Mudik

Untuk menjalankan tugas pengamanan lebaran, Sutisna dan para anggota satu kompinya terbiasa tidur dari tenda ke tenda. Kali ini, dirinya tidur di tenda posko pengamanan atau di sekitaran area Polrestabes Bandung. Tidak ada mess atau tempat tinggal khusus bagi petugas jaga posko.

"Pakaian 17 item ada di dalam ransel selama satu sampai dua tahun, ketentuan kelengkapannya seperti itu. Mandi ya antri saja. Kita harus salat subuh duluan, setelah itu apel pengamanan lalu siaga kembali," ungkapnya.

Rutinitas pengamanan lebaran tersebut sudah dijalaninya selama 24 tahun bertugas. Dia mengaku banyak suka duka yang dialami selama itu.

"Kalau suka nya sih alhamdulillah bisa membagikan rasa senang dan rasa aman bagi orang lain dalam menjalankan ibadah agar mereka khusyu. Kalau duka nya, ya selayaknya manusia, kami kan sudah berkeluarga, punya tanggung jawab juga untuk anak dan istri. Tapi tetap harus mejalani konsekuensi tugas jadi benteng negara," ungkapnya.

Dia mengatakan, selama 24 tahun bertugas jaga keamanan lebaran di berbagai tempat seperti Bandung, Jakarta, Aceh, Ambon, Papua hingga Timor-Timur, waktu yang bisa dihabiskan bersama keluarga dapat dihitung jari.

AYO BACA : Suka Duka Petugas Mudik: Kangen Masak dengan Keluarga

"Tapi ya keluarga di rumah sudah terbiasa, mereka malah bersyukur dan menerima," jelasnya.

Meski demikian, rasa haru ketika dirinya membahas keluarga tak lagi dapat terbendung. Sutisna harus berhenti sejenak mengambil napas dan menyeka air mata ketika membicarakan orang tua, istri dan tiga orang anak laki-lakinya yang sehari-hari tinggal di Sumedang dan Jatinangor.

"Sudah tiap tahun di hari-H lebaran enggak bareng keluarga. Ya mungkin masyarakat membutuhkan negara, saya hadir. Yang paling penting kami ini sehat dan selamat saja. Insyaallah bisa dijalani kalau ikhlas," ungkapnya.

"Sedih, Mbak. Meskipun saya anggota Brimob, tapi hati nurani sebagai seorang bapak enggak bisa dibohongi. Bhayangkara prajurit Brimob tangguh di lapangan, tapi kalau sama keluarga gitu enggak tahan," tuturnya seraya tersenyum sambil masih menitikkan air mata.

Ketika ditanya soal harapannya di momen lebaran tahun ini, dia meminta masyarakat dan para pemimpin bisa akur bersatu menjalin kehidupan bernegara yang harmonis.

"Negara itu ibarat rumah tangga. Di rumah tangga ada si bungsu, si cikal, dan suami-istri. Di negara juga ada si miskin, si kaya, umara dan ulama. Kalau yang empat itu bersinergi bareng-bareng, insyaallah sakinah, mawadah, warrahmah," tutupnya.

AYO BACA : Cerita Dokter Jaga di Posko Lebaran : Dari Ikut Sakit hingga Antar Orang Hilang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar