Yamaha Aerox

Sisi Lain Tradisi Mudik: Suka Duka yang Tidak Terelekkan

  Selasa, 11 Juni 2019   Redaksi AyoBandung.Com   Netizen
Situasi stasiun Gambir Jakarta menjelang Lebaran. (Jasmine Fahira)

Tradisi dari tahun ke tahun yang selalu menjadi tradisi tahunan menjelang Lebaran adalah mudik.

Memang sudah tidak asing lagi bagi para perantau yang mengaduh nasib di ibu kota untuk pulang ke kampung halaman. Bertemu dengan keluarga yang sudah cukup lama ditinggal jauh, melepas rindu dan mengenang masa kecil bersama-sama memang sudah menjadi momen dambaan setiap orang saat mudik Lebaran. Namun, apakah mudik semudah berpergian saja, jelas tidak karena mudik memiliki banyak cerita yang penuh dengan suka dan duka tetapi justru menjadi momen yang berkesan dan tidak pernah terlupakan.

Banyak dari mereka yang membawa cinderamata untuk dibawa ke kampung halaman, berbagi tunjangan hari raya kepada orang tua dan sanak saudara juga merupakan momen yang selalu dinanti-nantikan. Khususnya bagi para anak kecil yang sangat senang dan selalu menunggu gilirannya untuk dibagikan THR.

Apapun caranya akan dilakukan agar bisa bertemu dengan keluarga di kampung. Dengan berbagai macam transportasi yang ada, mereka memilih transportasi yang sekiranya terjangkau.

Bahkan, ada saja yang menggunakan sepeda motor untuk pulang ke kampung halaman, memang riskan dan rawan akan kecelakaan. Namun, masih saja banyak dari mereka yang tetap menggunakan sepeda motor sebagai transportasi untuk mudik Lebaran.

Alasan macet memang sudah menjadi alasan utama dari sebagian warga dalam memilih transportasi yang akan digunakan untuk mudik. Dari tahun ke tahun, macet itu sendiri sudah menjadi masalah utama setiap mudik lebaran. Pengalokasian jalan tol hingga jalan biasa pun sudah dilalukan dalam upaya mengurangi kemacetan.

Namun, tidak bisa dipungkiri dan dihindari jika sudah biasa macet maka tetaplah akan seperti itu.

Dari banyaknya perantau yang ada di Jakarta, tak semuanya dapat merasakan mudik seperti biasanya. Ada saja yang tidak bisa pulang ke kampung halaman karena satu dan lain hal. Ada juga yang memang sudah menetap di Jakarta dan memutuskan untuk bersama-sama melaksanakan Idulfitri di Jakarta. Seperti Annisa Drupadi (20) yang di Lebaran tahun ini harus absen dari tradisi mudik yang biasa dilakukannya setiap Idulfitri.

“Ada beberapa alasan sebeneranya yang pertama karena ya lagi agak mahal ya tiket pesawat dan kebetulan juga budgetnya cuma mencukupi satu orang aja yang mudik terus ada urusan juga di rumah sih,” ucap Annisa.

Absen dari mudik tahun ini cukup membuatnya sedih karena tidak pernah sekalipun dia tak pulang ke kampung halamannya, Daerah Istimewa Yogyakarta.

”Jujur banget sedih banget karena emang setiap Lebaran gak pernah gak mudik, dan baru kali ini gak pulang rasanya beda aja yang biasa mudik bisa dijadiin liburan juga refreshing gitu ya tapi yaudah kali kali ngerasain lebaran di rumah aja.” tambahnya.

AYO BACA : Evaluasi Arus Balik, Ridwan Kamil: Ini Mudik Terbaik

Dibandingkan dengan jumlah pemudik tahun 2018, angka pemudik Lebaran tahun ini justru mengalami penurunan. Dilansir dari CNN.com, “Ia pun mengatakan per hari ini 31 Mei 2019 belum ada lonjakan pemudik yang signifikan di tiap titik jalur darat, laut maupun udara”.

Namun, di antara ketiga jalur tersebut, masyarakat sendiri memang cenderung memilih jalur darat dibandingkan dengan jalur laut dan jalur udara. Cukup banyak dari mereka yang rela berpergian menggunakan transportasi darat dikarenakan harga tiket pesawat yang cukup terbilang mahal.

Namun, di samping turunnya jumlah pemudik di tahun ini, angka kecelakaan di tahun ini juga mengalami penurunan.

Dilansir dari Kompas.com, “Mengetahui angka kecelakaan yang menurun hampir 90 persen, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan apresiasi kepada para pemudik yang mengutamakan keselematan. ‘Saya tentu mengapresiasi para pengguna (jalan) yang lebih hati-hati dan apa yang kami sampaikan (sosialisasi keselamatan dalam mudik) ke masyarakat itu diterima,’ kata Budi Karya, di Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu di Kemenhub.”

Bukan hanya angka penurunan kecelakaan, kemacetan yang biasa terjadi saat mudik Lebaran pun justru membaik di tahun ini. Jelas beda sekali dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu macet dan membuat para pemudik geram. Hingga akhirnya ada saja pemudik yang memutuskan untuk mudik dengan cara apapun yang justru membahayakan nyawa nya, hingga terjadilah kecelakaan.

Transportasi lain yang digunakan para pemudik untuk menghindari kemacetan ialah kereta. Banyak dari mereka yang sengaja menggunakan kereta sebagai transportasi untuk mudik karena kecepatannya. Seperti Rendi (29) yang menggunakan kereta dari stasiun Gambir Jakarta untuk pulang ke kampung halaman istrinya di Cirebon.

“Yang pasti lebih cepet dan kedua itu gak ngantri sama yang ketiga lebih tepat waktu” ucap Rendi. Kenaikan harga tiket juga dirasakan para pemudik yang menggunakan kereta, tidak hanya kenaikan harga saja, namun penghabisan tiket yang sangat cepat juga dirasakan para pemudik.

Seperti Latifa yang berasal dari Semarang (24), “Awalnya susah nyari tiket, karena di awal Ramadan aja udah full cuma karena liat di berita ada penambahan tiket langsung mesen,” ujarnya.

Suka duka yang dialami para pemudik memang biasa didapatkan mereka saat menuju kampung halaman. Yusi misalnya, seorang ibu (35) yang berasal dari Kuningan ini rela menunggu lama di stasiun kereta agar tetap bisa mengunjungi kampung halamannya dan bertemu dengan keluarga di kampung, “Ya, kayak gini aja, nunggu gitu lama,” ucap Yusi.

Suasana mudik menjelang Lebaran memang sudah dapat dirasakan di seminggu sebelum Lebaran datang. Terlihat banyak pemudik yang memborong para keluarganya untuk pulang ke kampung halaman. Seperti di stasiun Gambir Jakarta yang lebih ramai dari biasanya, ada yang pulang sendiri dan ada juga yang pulang bersama keluarganya.

Banyaknya tiket dengan bermacam destinasi yang ada di Gambir habis terjual bahkan sudah dari awal ramadhan. Banyak juga dari mereka yang rela membawa barang bawaan yang banyak hingga merasa pusing walaupun sedang berpuasa tetap mereka lakukan demi bertemu dengan para keluarga di kampung halaman.

AYO BACA : Pengamanan Mudik Tahun Ini Diklaim Lebih Baik

Inilah mudik, inilah tradisi yang selalu ditunggu para sebagian warga yang melakukannya. Tradisi yang rasanya sayang jika tidak bisa dilakukan meski sekali saja, karena mudik sendiri datang di saat-saat yang berbahagia dan di bulan yang suci yakni ramadhan.

Suka duka yang dialami para pemudik juga dirasakan oleh Anindya Dewi (19) yang memilih transportasi darat yakni mobil untuk pulang ke kampung halamannya.

Menurutnya, menggunakan mobil jauh lebih membuat suasana kekeluargaan lebih terasa, ”Memutuskan naik mobil pribadi supaya lebih leluasa dalam bepergian, tempat mudik tujuan saya memang bisa dijangkau oleh mobil dan biar lebih kerasa kekeluargaannya” ucap Anindya.

Namun di balik itu, duka yang dirasa seperti kemacetan di perjalanan juga dirasakan oleh Anindya dan sekeluarga. “Macet, lewatin jalanan perbukitan kelok-kelok yang bikin pengen muntah, dan tadi malem pas mau ke purwokerto lewatin jalanan yang berkabut banget. Tapi mudik tahun ini bener-bener seru karena kita nyoba ke berbagai kota” tambahnya.

Tidak hanya Anindya saja yang mudik dengan mobil, Putri Eriska (20) juga menggunakan mobil sebagai transportasi untuk mudik ke kampung halamannya.

Menurutnya, menggunakan mobil justru akan membuat mudik jadi semakin terasa. “Sukanya ngerasain usaha buat ketemu keluarga jauh terus juga bisa singgah ke kota-kota yang dilewatin, dukanya badan pegel-pegel apalagi perjalanan jauh terus macet” ucap Putri.

Meski begitu, mudik menggunakan mobil masih akan tetap menjadi pilihan utama bagi Putri dam keluarga. “Tahun depan kebetulan rencana mau pakai liburan lebaran buat kumpul sama keluarga di Bandung, dan as always pasti pake mobil,” tambahnya.

Banyaknya warga Jakarta yang pulang ke kampung halamannya memberikan manfaat yang baik bagi para warga Jakarta yang tidak mudik saat Lebaran. Jakarta yang biasa ramai dan macet kini menjadi sepi dan tidak ada kemacetan.

Sudah menjadi ciri khas dari Jakarta yang dipenuhi dengan mobil serta sepeda motor di setiap jalannya, maka menjadi keuntungan pula bagi para warga Jakarta yang tidak mudik.

Seperti Tizani (19) yang merasa senang karena Jakarta menjadi sepi dan tidak macet, “Jakarta pas Lebaran dari tahun ketahun menurut saya jadi sepi banget jalanan dan jadi lowong banget, beda banget dah sama hari-hari biasa. Jadi rasanya kayak gak biasa aja gitu biasanya lewat jalan yang umumnya padet sama kendaraan apalagi di daerah perkantoran kayak sudirman gitugitu tapi sekarang bener-bener lowong banget,” ucap Tizani.

Di samping kosongnya Jakarta saat Lebaran, ternyata masih ada saja jalan tol yang macet di hari Lebaran pertama. Ekspektasi dengan Jakarta sepi pun hancur karena jalan tol yang tiba-tiba macet. Tutut (45) misalnya, saat di hari Lebaran ia melewati jalan tol dalam kota yang biasanya ramai lancar kini menjadi macet dari arah Cawang hingga Cibubur. “Saya pikir enggak akan macet karena Lebaran kan, tapi pas lewat situ malah macet cukup lama lagi macetnya,” ucap Tutut.  

Jasmine Fahira Adelia F

Mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad

AYO BACA : Angka Kecelakaan Arus Mudik dan Balik di Jabar Menurun

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar