Yamaha Aerox

Demokrat Masuk Koalisi Jokowi-Ma'ruf? Ini Kata JK

  Selasa, 11 Juni 2019   M. Naufal Hafizh
Wakil Presiden Jusuf Kala. (Antara)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Jusuf Kalla, mengatakan, belum ada pembicaraan mengenai rencana bergabungnya Partai Demokrat ke koalisi, setelah kunjungan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono kepada Presiden Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri.

"Itu masalah lain, tergantung keduanya. Saya belum tahu. Saya yakin pembicaraan itu belum ada," kata Wapres JK di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (11/6/2019).

AYO BACA : Wapres JK: Di Depan Saya, Prabowo Perintahkan Hentikan Aksi Massa

JK menilai, kunjungan AHY dan adiknya Edhie Baskoro Yudhoyono kepada Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada hari pertama Lebaran 2019 pekan lalu bertujuan untuk silaturahmi.

Selain itu, kunjungan kedua putra Susilo Bambang Yudhyono itu bisa saja merupakan bentuk ungkapan terima kasih atas perhatian yang diberikan pada saat Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono meninggal dunia.

AYO BACA : Wapres Yakin Bom Kartasura Tidak Berdampak Luas

"Jangan dilihat sebagai suatu (hubungan) politik saja. Apalagi ada dua hal, Idulfitri dan pada saat pemakaman ibunda mereka. Jadi, kita sambut baik pertemuan itu," jelasnya.

AHY menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (5/6/2019), dengan didampingi istrinya Annisa Pohan, adiknya Edhie Baskoro Yudhoyono serta adik iparnya Siti Aliyah Ruby Rajasa.

Dalam pertemuan tersebut, AHY menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Presiden Jokowi menjadi inspektur upacara pada prosesi pemakaman militer Ani Yudhoyono.

Usai bertemu Presiden Jokowi, putra dan menantu SBY itu mengunjungi kediaman Megawati Soekarnoputri di kawasan Jalan Teuku Umar Menteng, Jakarta Pusat, untuk bersilaturahmi di Hari Raya Idulfitri.

AYO BACA : Kesehatan Terganggu, Open House JK Diwakili Anaknya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar