Yamaha NMax

Benahi Sungai Citarum, Jabar Dapat Dana Rp1,4 Triliun dari World Bank

  Senin, 10 Juni 2019   Nur Khansa Ranawati
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Jawa Barat mendapat kucuran dana Rp1,4 triliun dari World Bank atau Bank Dunia untuk pembenahan Sungai Citarum. Dana tersebut diperuntukkan guna menanggulangi sampah Sungai Citarum selama 3-4 tahun ke depan. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil selepas menggelar rapat pimpinan di Gedung Sate, Senin (10/6/2019). Dia mengatakan, dalam satu minggu ke depan dirinya akan melakukan presentasi untuk menjabarkan alokasi penggunaan dana tersebut.

AYO BACA : Ridwan Kamil Akan Buat Aplikasi Pemantau Program Citarum Harum

Kita dapat dana dari Bank Dunia Rp1,4 triliun. Dalam waktu satu minggu harus presentasi ke pemerintah pusat dan Bank Dunia, anggarannya untuk apa saja, jelasnya.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan peruntukkan dana tersebut seluruhnya adalah untuk menangani masalah yang berhubungan dengan sampah. Hal di luar persampahan akan diurus menggunakan sumber dana lainnya.

AYO BACA : Ridwan Kamil Akan Jadikan Citarum Wilayah Administrasi Tersendiri

(Uang ini dipakai) selama ada hubungannya dengan sampah, hanya itu urusannya. Bukan untuk membiayai danau dan lain-lain, jelasnya. 

Dia mengatakan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan daerah-daerah yang dilalui Sungai Citarum guna membahas pengalokasian dana penanggulangam sampah tersebut. Lewat dana ini, masalah sampah Citarum tidak mengambil jatah alokasi dari APBD.

Kita sedang berkoordinasi dengan daerah yang dilewati, apakah dana yang cukup besar ini bisa diselesaikan ke truk sampah, manajemen pilar sampah, zona mengolah plastik jadi barang berguna, atau lainnya. Alhamdulillah berita baiknya ini tidak ada dana dari APBD, jelasnya.

Meski demikian, dirinya mengaku belum memahami persis jenis uang yang diberikan; apakah berbentuk hibah atau pinjaman. Dana tersebut, Emil mengatakan, diberikan lewat skema Government to Government (G to G) dari pihak Bank Dunia langsung ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Saya lupa ini dana pinjaman atau apa, tapi ini G to G jadi langsung ke Bappenas, jelasnya.

AYO BACA : Emil Andalkan Kerja Sama Pentahelix dalam Tangani Citarum

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar