Yamaha Aerox

Pasca Lebaran, Sampah di KBB Meningkat

  Senin, 10 Juni 2019   Faqih Rohman Syafei
Sampah Menumpuk. (Ayobandung.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak 40 ton sampah diangkut oleh UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat pada malam Lebaran 1440 Hijriah. Sampah tersebut didominasi oleh sampah rumah tangga dan sampah pasar. 

Kepala UPT Kebersihan DLH KBB, Rudi Kuntadi mengatakan sampah-sampah yang diangkut tersebut merupakan hasil dari operasi bersih yang dilakukan selama semalam penuh di tiga daerah yakni Padalarang, Lembang dan Batujajar. Banyak di antaranya sampah tersebut merupakan bekas konsumsi masyarakat dan bekas dagangan para pedagang dadakan. 

"Jumlah totalnya sekitar 136 meter kubik, dan paling banyak dari wilayah Padalarang yang sampai 100 meter kubik. Itu karena dari dipo dan Pasar Tagog ditambah Jalan Raya Tagog banyak pedagang dadakan setelah selsai jualan banyak yang tidak laku dibuang jadi sampah," ujarnya, Senin (10/6/2019).

AYO BACA : Bandung Barat Siagakan Puluhan Petugas Kebersihan di Malam Takbiran

Menurutnya, pasca libur Lebaran 1440 Hijriah volume sampah yang terangkut sebanyak 12 ton, terlebih di daerah wisata Lembang yang notabene banyak orang atau wisatawan yang berkumpul sehingga menyebabkan banyak tumpukan sampah.

"Banyak masyarakat yang berkumpul atau yang mengunjungi tempat wisata pasti terjadi penumpukan sampah, kami juga UPT maksimalkan dengan menginstruksikan petugas bersiaga mengangkut sampah," katanya.

Diakuinya, setiap menjelang bulan Ramadan, Lebaran dan pasca libur Lebaran volume sampah di KBB mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal tersebut berbanding terbalik dengan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang untuk memberikan sampah. 

AYO BACA : Alun-alun Lembang Dihiasi Tumpukan Sampah yang Timbulkan Bau

Bahkan, sambung Rudi pada hari-hari biasa pun kegiatan pengangkutan sampah bisa melebihi yang telah di tetapkan. Misalnya, untuk Pasar Tagog perminggu sebanyak delapan ritase armada mengangkut sampah, dan ini bisa lebih ketika terjadi penumpukan.

"Untuk armada ada 38 unit, itu untuk 16 kecamatan di KBB. Bahkan satu unit bisa sampai dua ritase untuk layani angkut sampah. Sampah di Gedong Lima ada sekitar empat ritase belum Pasar Tagog yang dijadwalkan delapan ritase bisa jadi 11 - 12 ritase. Ini kembali lagi kepada kekurangan sarana dan prasarana yang ada atau anggaran pemerintah," ucapnya.

Ditambahkannya, dia mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah semabarangan. Pihaknya pun pada musim mudik kemarin, menggiatkan program "Mudik Bareng Sambil Bersih-bersih".

"Ini dapat respon yang positif dari masyarakat, dan ini UPT Kebersihan sudah dua kali menggulirkan program ini dengan sosialisasi kepada pemudik dan masyarakat sekitar," pungkasnya.

AYO BACA : DLH KBB Remajakan 3 Unit Truk Sampah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar