Yamaha

Preman Pelaku Pungli di Objek Wisata Cipanas Garut Diamankan Polisi

  Minggu, 09 Juni 2019   M. Naufal Hafizh
Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna. (ANTARA/Feri Purnama)

GARUT, AYOBANDUNG.COM—Kepolisian Resor Garut mengungkap praktik pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan sejumlah preman di kawasan objek wisata pemandian air panas Cipanas Kabupaten Garut. Modus yang digunakan pelaku yaitu meminta uang parkir dan jasa pencucian mobil wisatawan.

"Kami sudah berhasil mengamankan sejumlah pelaku, kasusnya biasa cuci maksa," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna, di Garut, Minggu (9/6/2019).

Ia menuturkan, jajarannya sudah beberapa kali mengimbau masyarakat sekitar wisata Cipanas Garut dan melalui tokoh masyarakat agar menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan masyarakat.

AYO BACA : Andalkan Google Maps, Wisatawan Asal Tangerang Tersesat di Kaki Gunung Papandayan

Namun kasus itu, kata dia, kembali muncul. Jajarannya lantas melakukan tindakan tegas dengan mengamankan pihak yang melakukan pungli di kawasan wisata tersebut.

"Kasusnya masih ditangani dan menjadi perhatian kami agar jangan sampai terjadi lagi," katanya.

Dia menyampaikan, musim libur Lebaran dimanfaatkan banyak orang untuk berwisata. Karenanya, sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga citra positif Kabupaten Garut.

AYO BACA : Preman Kampung Keroyok 1 Keluarga yang Sedang Berwisata

"Garut jadi sorotan wisata, banyak orang berbondong-bondong ke Garut untuk berwisata," katanya lagi.

Ia mengimbau wisatawan yang merasa dirugikan terutama ada kaitannya dengan tindak pidana, diminta untuk segera lapor ke polisi agar secepatnya ditindaklanjuti.

"Sekecil apa pun kalau ada yang berkenaan masalah gangguan keamanan segera laporkan, apalagi berkaitan dengan pidana," ujarnya.

Dia menambahkan, Polres Garut selama ini tidak hanya operasi pengamanan Lebaran. Operasi penyakit masyarakat pun dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Selama operasi penyakit masyarakat, kata dia, terungkap praktik pungli di tempat wisata, peredaran minuman keras, bahkan prostitusi.

"Premanisme, minuman keras, prostitusi juga masih ada, intinya kami masih dalami waktu Operasi Ketupat dan Pekat sampai sekarang masih terus dilakukan," pungkasnya.

AYO BACA : Komunitas Kosnik, Cosplay untuk Dukung Pariwisata

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar