Yamaha

Unik, Warga Purbaratu Tanam Pohon Saat Mudik

  Sabtu, 08 Juni 2019   Rizma Riyandi   Netizen
Pemudik di Kecamatan Purbaratu Tasik menanam pohon

Pemudik umumnya bersilaturahmi, berziarah dan mengunjungi lokasi wisata di daerah mereka. Hal berbeda dilakukan para pemudik di Kampung Babakan, Kelurahan Purbaratu, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya. Mereka menanam puluhan pohon untuk penghijauan kampung pada Jumat 07 Juni 2019.

Kegiatan bertajuk one person one three ini digelar pukul 07.00 – 11.00 WIB, diinisiasi beberapa pemuda yang melanjutkan pendidikan di luar daerah bersama pemuda setempat.

Di lokasi kegiatan, Vina F Nisa (27 th) inisiator gerakan ini mengatakan, setiap mudik kami menikmati suasana hijau dan asri, semua itu berkat leluhur kami yang menanam pohon di masa lampau. Kami merawat tradisi agar generasi setelah kami juga menikmati kesejukan yang sama.

“Kegiatan ini meningkatkan kesadaran pentingnya gotongroyong pencegahan agar desa tidak gersang, karena itu adik-adik yang masih sekolah dasar pun kami libatkan,” ujar Vina yang juga mahasiswi S-2 jurusan ketahanan nasional di Universitas Indonesia (UI).

Vina menambahkan, pohon tak dapat tumbuh secara cepat, perlu 5-10 tahun untuk mendapatkan manfaat maksimal bagi manusia. Dengan gerakan satu orang menanam satu pohon dan menanam pohon di pekarangan rumah, kita berharap desa kami tetap hijau, semoga menginspirasi, khususnya teman-teman yang berasal dari desa.

Vina F Nisa menambahkan, awalnya para pemuda kampung ingin menanam pohon di bahu jalan, namun bahu jalan sudah tertutup aspal. Biasanya pohon jika ditanam di lahan umum kurang terawat dan akhirnya mati. Sebab itu salah satu opsinya agar pohon terawat, kami menanam pohon di pekarangan rumah warga.

Selain memberikan oksigen, manfaat pohon lainnya menurut Vina adalah menambah pendapatan masyarakat.

“Seperti pohon mangga, dapat dikonsumsi dan dijual. Jika banyak rumah menanamnya tinggal dibuat manajemen pemasarannya baik secara tradisional maupun memanfaatkan internet dan media sosial. Selain itu dengan gerakan ini masyarakat diajarkan pentingnya ketahanan pangan. Karena kedepan dunia berpotensimengalami krisis air, energi dan pangan. Konflik di dunia pun akan dipicu oleh masalah diatas” pungkasnya.

Vina Fitrotun Nisa 

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar