Yamaha Lexi

Mengintip Kuliner Lebaran Khas Tegal

  Jumat, 07 Juni 2019   Rizma Riyandi
Ilustrasi

TEGAL, AYOBANDUNG.COM--Bicara kuliner khas Lebaran, berbagai macam jajanan akan disuguhkan masyarakat untuk menjamu tamu di hari raya. Salah satunya yakni dengan menyuguhkan sagon.

Sagon merupakan jajanan yang terbuat dari tepung ketan dan kelapa. Selain jajanan wajib, sagon juga memiliki makna yang dalam. 

Budayawan Tegal sekaligus Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi), Atmo Tan Sidik, mengatakan, seiring berkembangnya zaman, sagon sudah bukan menjadi menu wajib lagi, tetapi hanya dijadikan pelengkap suguhan di Hari Raya Idulfitri. 

"Sekarang, sagon hanya disuguhkan sebagai pelengkap jajanan khas Lebaran saja, namun dulu, sagon menjadi jajanan wajib saat Lebaran," ujarnya.

Sebab, kata Atmo, bagi masyarakat Tegal dulu, sagon harus terlebih dahulu dimakan sebelum sungkem meminta maaf kepada orang tua, atau orang yang dituakan. 

Dikatakan Atmo, sagon mempunyai filosofi yang dalam, karena makan sagon butuh keseriusan. "Ketika engkau menyampaikan permohonan maaf jangan main main. Sebab, apabila main main maka akan tersedak," ujar Atmo.

Selain itu, makna sagon juga untuk menggambarkan sopan santun, karena makan sagon harus fokus dan tidak bisa sambil main-main. "Ga bisa makan sagon sambil ngomong, disitulah letak keindahannya," ujarnya. 

Ia menilai, hilangnya tradisi makan sagon sebelum sungkem menjadikan aspek spiritualnya berkurang. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar