Yamaha

Kartu Lebaran dan Kenangan Idulfitri Masa Silam

  Rabu, 05 Juni 2019   Andres Fatubun
Penjual kartu lebaran. ( ANTARA/Hasan Sakri Ghozali)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pernahkah Anda menerima ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri dalam bentuk kartu? Masihkah anda mengingat, kapan anda pertama kali menerimanya? Dan masihkah anda menyimpan kartu lebaran tersebut.

Ya, kartu ucapan selamat lebaran atau Kartu Lebaran adalah kartu yang populer di Indonesia. Boleh dikatakan, kartu lebaran ini serupa ‘adik’ dari kartu pos yang lebih dulu muncul.

Masih samar untuk menentukan kapan persisnya kartu ucapan lebaran digunakan sebagai medium menyampaikan ucapan selamat hari raya dalam bentuk fisik. Tradisi berkirim kartu lebaran jadi sebuah tren, khususnya pada dekade 1960 sampai dekade 2000an. 

Namun belakangan, hadirnya teknologi dan transofmasi digital pada akhirnya membuat kartu lebaran berpindah medium menjadi berbentuk kartu elektronik (gambar) yang kemudian dikirim melalui aplikasi pesan instan dari gawai (smartphone).

Jika menggunakan pendekatan historis, kartu lebaran adalah regenerasi dari kartu ucapan di era kolonial Belanda. Dalam sejumlah catatan, di Belanda, orang-orang mulai mengenal kartu ucapan dalam bentuk kartu pos tanpa gambar sekira tahun 1871. 

Tahun-tahun berikutnya, mulai ada transformasi sehingga kartu ucapan berbentuk kartu pos seperti yang kita kenal sekarang. Pada dekada 1890-an, berkirim kartu semacam ini pada perayaan hari besar menjadi tren.

Kehadiran Belanda di Nusantara pada saat itu membuat tren berkirim kartu ucapan akhirnya jadi cikal bakal munculnya kartu lebaran.

Dalam perkembangannya, kartu lebaran mulai ramai dipakai banyak orang. Sebelum memasuki era modern seperti sekarang, surat atau kartu lebaran menjadi sarana menjalin silaturahmi jarak jauh.

Ada rasa bahagia jika kita mendapat kartu lebaran dari sanak saudara yang berada jauh dari kita. Terlebih jika kartu lebaran tersebut memiliki desain yang bagus, sehingga ada memoar tersendiri dan layak untuk dikoleksi.

Namun, banyak yang luput dari perhatian kita kalau desain kartu lebaran dari masa ke masa merepresentasikan zaman saat Idulfitri tersebut.

Seperti misalnya kartu lebaran di tahun 1950-an yang memiliki tema terkait kehidupan islami saat lebaran, seperti bersalaman dan sungkem. Lalu kartu lebaran pada era 1960-an yang menampilkan benda atau material seperti bunga dan masjid. 

Pada era ini, teknologi fotografi sudah mulai ditemukan walau masih dalam bentuk hitam putih. Maju pada dekade 1970-an, sosok figur manusia dalam kartu lebaran mulai diekspos kuat.

Pada dekade 1980 sampai 1990-an, Kartu Lebaran mengalami perkembangan pesat dari segi desain. Banyak ornamen dan unsur teknologi yang dilibatkan. Seperti misalnya eksplorasi fotografi yang lebih mendalam lagi.

Menelusuri kartu lebaran dari masa ke masa seperti berpetualang ke lorong waktu. Kita bisa melihat cerminan Idulfitri dalam tiap zaman yang berbeda melalui kartu lebaran.

Di Bandung sebenarnya sama seperti wilayah lain di Tanah Air. Para Wargi biasanya berkirim kartu lebaran sebelum hari raya, disertai hadiah berupa parsel atau mungkin pada hari raya sembari bersilaturahmi ke rumah keluarga, sanak saudara, atau tetangga.

Lalu, ke rumah siapa saja Kartu Lebaran yang para wargi kirim di momen Idulfitri tahun ini?
\n
\n

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar