Yamaha

Patung Mini, Harta Karun di Jatinangor

  Selasa, 04 Juni 2019   Netizen
Patung mini karya Hendri Sanjaya.

Bentuknya beragam- Patung mini beragam bentuk dan corak tersebut berhasil dibuat oleh Hendri Sanjaya (36). Dari yang berukuran 2 mm hingga 4 cm. Hendra bercerita banyak ketika di temui di rumahnya, gang pengrajin, Cibeusi, Jatinangor, Sumedang belum lama ini.

Pernahkah kalian membayangkan menikmati karya patung dengan kaca pembesar? Entah betapa sulitnya membayangkan menikmati karya seni seperti itu. Patung ukir mini karya seorang pemuda desa Cibeusi, Kabupaten Sumedang berukuran paling kecil 2 milimeter hanya dapat dinikmati lewat kaca pembesar.

Karya patung mini milik dirinya membuat penikmat seni harus membelalakkan mata. Ukuran patung yang tidak lebih besar dari biji beras, membuat estetika karya patung mini miliknya memiliki ciri khas dari seniman patung lain di Jatinangor.

Tidak mudah menelusuri penghasil karya seni patung ukir di Jatinangor. Cipacing, Kabupaten Sumedang. Setelah ditelusuri ternyata wilayah penghasil karya seni tersebut hanyalah sentra pusat, sedangkan pembuatan dan barang yang mereka jajakan berasal dari gang pengrajin. Tidak salah gang tersebut memang dikenal dengan gang pengrajin. 

Gang pengrajin, Sisa Mahakarya Hebat    

Gang pengrajin yang terletak di Cibeusi, Kabupaten Sumedang sejak dahulu hampir setiap rumah di sepanjang jalan tersebut membuat karya berupa patung ukir, panahan, patung pahat, dan karya seni lainnya. 

Namun, kini gang pengrajin tinggal memiliki dua industri rumahan yang tersisa karena tradisi turun temurun kawasan itu sudah ditinggalkan oleh anak-anak muda selaku penerus seharusnya. Salah satu hal unik di kawasan warga setempat, ternyata ada seorang perajin yang menghasilkan patung ukir unik dan berbeda dari perajin lainnya.

Hendri Sanjaya (36), lelaki yang berdomisili di Jatinangor, Kabupaten Sumedang ini memulai kariernya sebagai perajin patung ukir bersama pamannya, Ujang, pada tahun 2007. Awal mula Ia menjadi perajin, Ia melihat bahwa umumnya perajin membuat ukuran patung yang besar, lalu Ia memiliki inisiatif untuk membuat miniatur atau patung ukir mini bersama pamannya pada tahun 2010-an. 

Menggeluti patung ukir mini bukanlah hal yang mudah, memilih jalan dengan mengeksplorasi patung ukir yang belum umum di antara perajin di sekitarnya merupakan tantangan tersendiri untuk dirinya. Ketertarikan membuat patung ukir mini dilandasai tantangan dalam proses pembuatannya. 

Hampir tidak ada seniman patung kecil yang membuat karya berukuran mini dengan detail patung yang luar biasa. Ukuran yang hampir sama dengan ukuran sebutir beras memiliki risiko tinggi dalam proses pengerjaannya.

Patung ukir mini dengan ukuran mulai dari terkecilnya 2 mm, hingga terbesarnya 4 cm Hendri kerjakan tidak setiap saat selesai. Pengerjaan yang memerlukan ketelitian dan konsentrasi penuh membuat dirinya mengerjakan patung ukir mini sesuai mood-nya. 

Jika mood-nya sedang baik, Ia dapat mengerjakan patung ukir mini ukuran 2 mm hingga 2 cm dengan kurun waktu 1-2 jam, sedangkan untuk ukuran 3-4 cm sehari bisa menghasilkan 2 patung. Tetapi, jika tidak ada keinginan dan mood dalam mengerjakan patung ukir mini, satu hari tidak akan bisa selesai, ada saja kendala yang terjadi. 

Berawal Dari Hal yang Tak Biasa

Motivasi Hendri untuk memulai membuat patung ukir mini, yakni walaupun di daerah gang perajin di Jatinangor ini banyak yang membuat patung seperti yang Ia buat dalam ukuran besar-besar, tetapi seiring berjalannya waktu sudah mulai berkurang. 

Anak muda di daerah gang perajin mulai tidak tertarik dalam membuat kerajinan patung ukir, maka karena sudah jarang ada yang buat, Ia dengan pamannya membuat terobosan baru, yakni patung ukir ukuran mini yang tidak umum seperti biasanya. 

Patung ukir mini milik Hendri merupakan salah satu karya seni unik pertama yang ada di gang perajin Jatinangor, Kab. Sumedang. Hanya Hendri satu-satunya, tidak ada perajin lain yang membuat kerajinan tangan ini. 

Sampai saat ini, kerajinan tangan milik Hendri masih terus berjalan. Saat ini Ia sedang membuat pesanan miniatur catur dalam ukuran mini dan pesanan lainnya. 

Hendri selaku pemilik kerajinan patung ukir mini mengatakan, memang pada awalnya Ia tidak berniat untuk menjual hasil kerajinan tangannya, dan hanya dijadikan koleksi untuk pameran, namun hal tersebut berubah seiring berjalannya waktu. Sistem penerimaan pesanan dari orang lain pun dikerjakan secara satu persatu. 

Salah satunya, Ia menerima pesanan dari seorang kolektor dari Wonosobo yang tertarik untuk mengoleksi patung ukir mini miliknya. Kolektor tersebut rutin memesan miniatur perahu kayu untuk menambah koleksi pribadi patung mini miliknya. 

Hendri membuat patung ukir mini memang awalnya bertujuan untuk koleksi pribadi. Pada dasanya Ia senang membuat kerajinan tangan ini, namun Ia tidak pernah menutup kemungkinan jika ada yang tertarik dengan hasil kerajinan tangannya. 

Tidak mudah mematok harga patung ukir mini yang Ia hasilkan, “Orang awam biasanya menganggap bahwa patung yang besar harganya mahal dan yang kecil harganya murah,” ujar Hendri. 

Namun, untuk orang-orang yang berjiwa seni tidak ada istilah seperti itu, bahkan ukuran mini yang Ia hasilkan sering kali dihargai lebih tinggi. Rata-rata patung ukir mini ukuran 3-4 cm yang Ia bandrol Rp100.000 per-buahnya. Ukuran mini 2 mm hingga 2 cm belum Ia jual, karena prosesnya lebih rumit. Ia tidak mengandalkan sosial media dalam menjajakan hasil karnyanya, melainkan dari mulut ke mulut. Hasil karya patung ukir mini miliknya tidak ada stock dan tiap patung ukir mini jumlah pembuatannya sedikit. 

Banyak Menerima Pesanan Dari Berbagai Daerah

Hendri pun acap kali menerima pesanan dari rekannya yang ada di Jepang untuk koleksi. Koneksi yang Ia miliki dengan bantuan peliput yang memperkenalkan hasil karyanya membuat karya patung ukir mini miliknya terkenal di Indonesia dan luar negeri. Selain membuat pesanan rutin untuk Wonosobo dan Jepang, hasil karya Hendri terkenal di bandung, Jakarta, dan sekitar Indonesia.

Cibeusi Jatinangor memiliki rata-rata perajin yang memiliki keahlian sama, yakni membuat patung ukir. Hendri mengembangkan karyanya dan memperbarui ide pembuatan patung ukir mini, karena kalau sekarang Ia tak punya ide kreatif, maka tidak ada yang membuat hasil karyanya spesial. 

Pada tahun 2011-2012, Hendri dan pamannya pernah bekerja untuk perusahaan yang mengadakan pameran di Singapura. Perusahaan tersebut telah memiliki galeri di Belgia saat itu. Untuk pameran di Singapura, Hendri dituntut untuk mengerjakan 1000 bentuk patung ukir mini ukuran 3-4 cm dengan kurun waktu 3-4 bulan. 

Namun, tidak lama setelah itu Hendri memutuskan untuk keluar kerja dari tersebut, alasannya karena seniman sepertinya lebih nyaman tidak bekerja di bawah tekanan, apalagi bekerja karena tuntutan perusahaan. Hal ini yang membuat saat pamannya tidak dapat mengerjakan seni patung ukir mini karena penglihatannya tidak sanggup lagi, mengakibatkan dalam sebulan pemasukan Hendri tentatif.

Pengerjaan Tergantung Mood

Hendri menggunakan bahan kayu mahoni dan kayu sono telin untuk membuat seni patung ukir mini miliknya. Ukiran yang Ia buat pun menggambarkan ciri khas Indonesia, yakni gambar ukiran miniatur tanimbar dan patung asmat. 

Sebagai seniman, Ia selama ini hanya menghasilkan, tidak menyediakan. Ketelitian dan kesulitan membuat hasil ukir menjadi suatu alasan Hendri tidak dapat menghasilkan karyanya secara massal. Pengerjaan pun tergantung mood Hendri, jika mood bagus maka pengerjaan bisa lebih cepat, begitupun sebaliknya. Jika Ia memiliki target misalnya dalam sebulan harus selesai 100 buah patung ukir mini, hal tersebut dapat membuat dirinya kewalahan. 

Salah satu pameran terbesarnya pernah dilaksanakan di Gasibu, Kota Bandung, Jawa Barat. Akhir-akhir ini, liputan dari berbagai media terus berdatangan, bahkan tahun 2018 lalu karena hasil karyanya dengan Pamannya, Ujang (paman Hendri) mewakilkan Hendri yang berhalangan hadir untuk menghadiri undangan salah satu acara Talkshow di Trans 7.

M.Daniel Rexa Faraz
Mahasiswa Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. 

Netizen :

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar