Yamaha Aerox

Cerita Dokter Jaga di Posko Lebaran : Dari Ikut Sakit hingga Antar Orang Hilang

  Selasa, 04 Juni 2019   Nur Khansa Ranawati
Dr. Catarina, petugas yang berjaga di Puskesmas Keliling posko lebaran di Perempatan Cileunyi

CILEUNYI WETAN, AYOBANDUNG.COM--Di sejumlah titik keramaian lalulintas mudik yang cukup padat, biasanya disiagakan sebuah posko khusus kesehatan pemudik selain posko pengamanan dari kepolisian. Dokter dan petugas di puskesmas atau rumah sakit setempat kedapatan bertugas di posko tersebut sejak sekitar dua minggu sebelum lebaran hingga arus mudik berlangsung.

Salah satunya seperti yang terdapat di belakang Posko Perempatan Cileunyi Polres Bandung. Di sana terdapat posko Puskesmas Keliling yang diisi oleh dokter dan para petugas kesehatan dari Puskesmas Cinunuk. Posko tersebut berbentuk tenda yang diisi oleh sebuah sofa, meja petugas dan rak obat-obatan. Sebuah kipas angin menyala untuk meredam panas teriknya kawasan Cileunyi di siang hari.

Dokter yang berjaga saat itu, Sabtu (1/6/2019) siang, Catarina, mengatakan dirinya dan tim yang bertugas harus senantiasa berjaga dengan sistem shift selama 24 jam. Pembagian tugas piket jelang lebaran pun sudah dilakukan. Selama menjalani peran tersebut selama bertahun-tahun, Catarina mengatakan banyak suka-duka yang sudah dilalui.

"Saya kebagian tugas berjaga di posko sudah delapan tahun, ada suka-dukanya, tapi mau enggak mau ya semua harus dijalani," jelasnya sembari sesekali mengerjakan tugas administratif di laptopnya.

Menangani pemudik yang mengalami kecelakaan ibarat sudah menjadi bagian dari keseharian meskipun tidak selalu ada korban kecelakaan lalulintas semasa dirinya berjaga. Tak hanya saat lebaran, Catarina juga mesti standby saat malam Natal dan Tahun Baru.

"Ada beberapa pemudik yang mengalami kecelakaan. Kadang kalau tidak parah kita rawat lukanya saja, kadang harus kita rujuk ke rumah sakit. Pernah juga ada yang sampai batal mudik dan harus dijemput di posko oleh keluarganya," ungkapnya.

Tugas yang memaksa dirinya untuk terus sigap tersebut bukan tanpa hambatan. Beberapa kali cuaca yang sangat terik dengan fasilitas posko yang seadanya di tengah puasa untuk merawat pasien turut menjadikan tubuhnya sakit.

"Iya saya juga kadang malah ikut sakit, terutama saat panas seperti ini," ungkapnya.

Bahkan, tahun lalu dirinya dan rekan-rekan petugas Puskesmas Keliling sempat mengalami banjir di dalam posko. Kejadian tersebut terjadi saat menjaga posko Natal dan Tahun Baru 2018.

"Tahun kemarin saat jaga posko Natal dan Tahun Baru kami pernah sampai basah kuyup karena kebanjiran. Airnya masuk dan tumpah dari atas tenda," tuturnya seraya tertawa.

Tak hanya berperan sebagai petugas kesehatan, dirinya dan rekan yang berjaga juga mengaku sempat mengalami kejadian unik yang cukup menyentuh. Tahun lalu, petugas Puskesmas Keliling Cinunuk dan penjaga posko bikers yang berada di seberangnya harus turut mengantarkan seorang kakek yang sempat lupa arah pulang.

"Waktu itu jam satu malam, orang di posko bikers memanggil kami karena ada orang di ujung jalan yang enggak sadarkan diri. Ternyata dia kurang gula karena enggak makan dan minum. Setelah diberi makan kita antar ke posko," tuturnya.

"Karena pasiennya sudah tua, dia ternyata lupa kemana harus pulang. Setelah ingat, kami antar ke daerah Cimindi, Cimahi. Setelah sampai, keluarganya malah tidak ngaku kenal," tambahnya.

Pukul satu malam, keluarga dan petugas puskesmas akhirnya bersepakat untuk membawa sang kakek ke Rumah Sakit AMC yang terletak tidak jauh dari posko Puskemas Keliling.

"Akhirnya dibawa ke sini lagi dan masuk IGD. Kadang suka sedih kalau ada yang seperti itu," tuturnya.

Saat ini, Catarina berharap fasilitas dalam posko Puskesmas Keliling dapat ditingkatkan. Selain untuk kenyamanan pasien, juga demi kenyamanan para petugas yang berjaga.

"Ya harapannya sih fasilitasnya bisa lebih baik, tapi sarana-prasarana mah balik lagi ke uang. Pengennya sih bisa lebih baik dari ini, jangan sampai petugasnya sakit karena nolong pemudik," ungkapnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar