Yamaha Lexi

Pemprov Jabar Kerahkan Ribuan Tenaga Medis di Jalur Mudik

  Sabtu, 01 Juni 2019   Fira Nursyabani
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (ketiga kiri), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (ketiga kanan), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kanan), Menteri Kesehatan Nila Moeloek (kiri), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kiri) dan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito (kanan) berfoto bersama usai melakukan kunjungan kerja di Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya, Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (31/5/2019). (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memastikan armada medis di jalur mudik memadai, baik fasilitas maupun sumber daya manusia (SDM). Hal itu terealisasi karena atensi pemda tertuju pula pada kesiapan medis selama kegiatan mudik Lebaran 2019.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, ada 315 posko kesehatan, 654 Puskesmas, 345 rumah sakit, 705 ambulans, 50 ambulans motor, 4.7559 perawat, 1.123 tenaga dokter, dan 2.554 tenaga pendukung, yang telah disiapkan untuk arus mudik serta balik tahun ini.

AYO BACA : Prediksi Puncak Mudik di Tol Meleset Akibat Hari Kesaktian Pancasila

Dengan jumlah armada dan fasilitas yang tergolong mumpuni, Ridwan Kamil memastikan, kualitas penanganan kesehatan  kali ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

“Untuk memastikan masalah kesehatan itu bisa terkendali dengan baik,” katanya saat meninjau Pos Terpadu Cikopo, Kabupaten Purwakarta, bersama Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, siang tadi.

AYO BACA : Tips Ampuh untuk Mobil yang Ditinggal Pergi Mudik

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti mengimbau pemudik untuk mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat cukup selama perjalanan. Idealnya, empat jam sekali beristirahat.

“Beristirahat setelah empat jam mengemudi. Kemudian mengonsumsi makanan yang bergizi pada waktu sahur dan buka puasa. Kemudian, membekali dengan obat-obatan pribadi. Perbekalan obat-obatan pribadi. Kalau ada gangguan kesehatan, silakan hubungi pos kesehatan terdekat,” katanya.

Menurut Berli, lokasi posko kesehatan di sepanjang jalur mudik telah diperhitungkan dengan cermat. “Tempat-tempat yang ramai, tempat-tempat yang berpotensi terjadi penumpukan, itu pasti ada pos kesehatan. Sudah diperhitungkan,” ucapnya.

Selain itu, armada medis Pemprov Jawa Barat bakal berdiri sampai tanggal 13 Juni atau tiga hari setelah libur Lebaran usai. Keputusan tersebut diambil untuk memastikan arus balik berjalan lancar dan keselamatan maupun kesehatan pemudik terjamin.

“Ada kemungkinan arus balik itu enggak serentak. Jadi, tim kesehatan tetap stand by untuk memastikan pemudik itu balik dengan tenang. Tapi, itu yang terutama di jalur tol,” kata Berli.

AYO BACA : Manfaatkan Mudik Gratis, 1.000 Warga Bandung 'Otw' Menuju Jateng

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar