Yamaha Mio S

Cerita Dokter yang Baru Pertama Kali Jaga Posko Kesehatan Mudik

  Jumat, 31 Mei 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Putri Sarah memeriksa pasiennya di pos jaga Terminal Cicaheum, Bandung. (Eneng Reni/ayobandung)

CICAHEUM, AYOBANDUNG.COM -- Momen mudik Lebaran merupakan hajatan besar tahunan yang melibatkan banyak orang. Tak terkecuali para dokter di posko kesehatan. Petugas medis ini harus dengan setia bersiaga di jalur-jalur mudik untuk melayani para penumpang hingga petugas yang mengalami gangguang kesehatan.

Salah satunya Putri Sarah, seorang dokter lulusan kedokteran Universitas Maranata. Perempuan berusia 29 tahun itu rela bersiaga mengawal kesehatan para pemudik hingga petugas di Terminal Cicaheum, Kota Bandung. Meski demikian, ia tetap bahagia menjalani tugasnya.

"Biasanya jaga di Puskesmas Talaga Bodas, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong. Tapi sekarang nugas di posko kesehatan mudik, di sini baru permana kali banget. Sejauh ini kesannya menarik bisa lihat orang mudik, pasien juga baik-baik, nggak ada pasien yang aneh-aneh," ungkap Putri saat ditemui Ayobandung, di posko kesehatan Terminal Cicaheum, Jumat (31/5/2019).

Meskipun baru pertama kali bertugas di arus mudik, ibu dua anak itu mengaku, senang melihat tawa para pemudik yang tidak sabar untuk sampai ke kampung halamannya masing-masing.

"Senangnya lihat yang mudik. Kan beda suasana karena kan biasanya di puskesmas dan klinik tapi paling kalau di sini suasana ramai, lalu lalang orang, seneng aja lihatnya," tutur Putri.

Dokter yang telah bertugas sejak 2018 itu juga mengaku mengamati lalu lalang para pemudik membuat dirinya ingin segera berkumpul dengan keluarga besarnya saat Hari Raya tiba. Putri mengaku masih beruntung lantaran dirinya masih bisa mudik. Maklum, meskipun asli orang Bandung, Putri tetap merayakan mudik ke kampung halaman kakek-neneknya di Cibubur, Jakarta.

"Aku paling mudik di Cibubur. Mudik juga kesana. Liburnya aku dari tanggal 4 Juni. Tanggal lima di Bandung lagi karena keluarga ada di sini," ujarnya.

Sementara itu, Putri juga tak lupa memberi imbauan bagi para pemudik. Ia menitipkan pesan agar pemudik bisa menjaga kesehatan, pola makan, hingga asupan cairan selama mudik. Putri menjelaskan selama perjalanan para pemudik rentan terkena dehidrasi.

"Imbauan pasti kalau mudik istirahat yang cukup, makanan yang seimbang, vitamin, minum air putih yang paling penting. Justru saat puasa harus minum air putih delapan gelas per hari. Dan kalau pemudik tahu punya riwayat kesehatan bawa obat pribadi jangan sampai kambuh di tengah jalan dan kesulitan nyari obat," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar