Yamaha NMax

Masjid PTDI Tampung Hingga 6.000 Peserta Iktikaf

  Minggu, 26 Mei 2019   Nur Khansa Ranawati
Ribuan jamaah mengikuti iktikaf di Masjid Habiburrahman PTDI Bandung. (Nur Khansa/Ayobandung)
CICENDO, AYOBANDUNG.COM-- Memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan, umat Islam biasanya lebih getol melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan. Pasalnya, banyak yang enggan menyia-nyiakan limpahan pahala malam lailatulkadar.
 
Malam yang dijuluki sebagai malam seribu bulan tersebut hadir di antara 10 malam terakhir Ramadan. Pada malam itu, limpahan pahala ibadah yang dilakukan setiap muslim akan dilipatgandakan.
 
Tak mengherankan bila kemudian muncul tradisi iktikaf dalam khazanah keislaman. Di Kota Bandung, warga muslim biasanya melakukan tradisi iktikaf ini di masjid-masjid. Salah satu tradisi iktikaf yang paling terkenal di Kota Kembang ini berada di Masjid Raya Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia.
 
Di masjid PTDI ini, ribuan jemaah melaksanakan iktikaf setiap tahunnya. Tak cuma berzikir, salat, dan tadarus Alquran, umat muslim yang beriktikaf di masjid ini juga menggelar tenda di areal teras hingga pekarangan masjid. Keberadaan tenda mukim selama masa iktikaf ini menjadi keunikan tersendiri bagi Masjid Habiburrahman.
 
Ketua Ramadhan Masjid Habiburrahman Satya Krisnawan menuturkan tradisi itikaf di Masjid Habiburrahman ini telah ada sejak tahun 1998-an. Sedangkan penggunaan tenda mukim di areal masjid dimulai sejak tahun 2011-an.
 
"Kalau dulu pas awal-awal dibuka jumlahnya masih sedikit. Puluhan. Sekarang sudah mencapai ribuan. Alhamdulillah minat dan antusiasme umat bertambah setiap tahunnya," kata Krisna kepada ayobandung.
 
Diprediksi pada malam puncak keramaian akan ada 5.000-6.000 jemaah beriktikaf di masjid. Berdasarkan kebiasaan pada tahun-tahun sebelumnya, puncak keramain terdapat pada malam ke-25 hingga 27 Ramadan.
 
"Kalau kapasitas masjidnya bisa menampung 12.000 orang. Tapi karena ada tenda jadi kemungkinan menampung 5.000-6.000 orang. Jumlah tendanya bisa mencapai 350 sampai ke halaman," katanya.
 
Untuk mengatisipasi membludaknya peserta, pendaftaran iktikaf telah dimulai jauh-jauh hari yakni sejak tanggal 16 April 2019. Setiap peserta yang hendak beroleh tenda diminta membayar infak untuk membiayai kegiatan keagamaan selama Ramadan.
 
Kegiatan-kegiatan selama 10 hari terakhir tersebut mencakup tadarus al Quran 3 juz setiap malam, zikir, salat malam, hingga buka dan sahur bersama. Kegiatan berakhir pada malam takbiran menjelang Lebaran.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar