Yamaha Aerox

Masjid Uswatun Hasanah, Istiqlal Mini di Tanjakan Nagreg

  Minggu, 26 Mei 2019   Mildan Abdalloh
Masjid Uswatun Hasanah Nagreg

Selamat datang di Jawa Barat,

Informasi ini dipersembahkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) Provinsi Jawa Barat.

Supported by: Ayo Media Network

NAGREG, AYOBANDUNG.COM-- Bagi yang pernah melewati  Nagreg, kiranya tidak akan asing dengan Masjid Uswantun Hasanah. Masjid ini tepat terletak sebelum tanjakan Nagreg (sebelum ada Lingkar Nagreg). Tepatnya di Kampung Paslon, Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.

Masjid yang setelah ada Lingkar Nagreg menjadi terletak di turunan Nagreg ini, biasa menjadi tempat peristirahatan para musafir yang sedang dalam perjalanan. Baik untuk sekedar melepas lelah dalam perjalanan sambil menikmati jajanan, maupun melaksanakan ibadah salat.

Selain bernama Uswatun Hasanah, masjid ini juga terkenal dengan nama Istiqlal Mini. Julukan tersebut bukan tanpa alasan, bentuk tiga kubah kecilnya sama persis dengna Masjid Istiqlal.

Bahkan, semen yang digunakan untuk membangun masjid Uswatun Hasanah juga sama dengan semen yang digunakan untuk membangun Masjid Istiqlal. Yakni Pazzolan Trass.

Tapi waktu pembangunannya memang beda dengan Istiqlal. Masjid Uswatun Hasanah didirikan pada 17 Agustus 1958 oleh Ili Sasmitaatmaja, warga sekitar. Dia merupakan panitia pembangunan Masjid Istiqlal Jakarta.

"Memang gaya arsitekrtur masjid ini dipengaruhi Istiqlal. Semen khusus dari Jerman yang digunakan Istiqlal juga sama digunakan masjid ini," ujar Nurdin Setiawan, DKM Masjid Uswatun Hasanah.

Dengan semen tersebut, membuat konstruksinya menjadi sangat kuat. Bahkan, paku beton akan kesulitan menembus dinding Masjid Uswatun Hasanah. Kekuatan konstruksi memang telah teruji, walaupun sudah puluhan tahun berdiri, namun masih tetap kokoh, walaupun setiap hari mendapat goncangan dari getaran truk yang melintasi tanjakan nagreg.

Bahkan Masjid ini juga dianggap sebagai penyelamat. Menurut Nurdin, Masjid Uswatun Hasanah dianggap oleh masyarakat sebagai tempat paling aman dari para pemberontak DI/TII pada masa kelam tersebut.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar