Yamaha Mio S

Tergulung Impor Cina, Sarung Majalaya Tak Lagi Marema Saat Lebaran

  Minggu, 26 Mei 2019   Mildan Abdalloh
Produksi sarung tenun Majalaya. (Antara)

MAJALAYA, AYOBANDUNG.COM--Ramadan menjadi salah satu andalan penjualan bagi Industri Kecil Menengah (IKM) di Majalaya, Kabupaten Bandung. Sebagai industri yang mempunyai ciri khas sarung Majalaya, biasa mendapat omzet besar ketika Ramadan.

"Biasanya saat Ramadan seperti sekarang, kami sangat sibuk mnerima pesanan," tutur Agus Ruslan salah seorang pengusaha tekstil Majalaya, Minggu (26/5/20190.

Namun Ramadan tahun ini, banyak pelaku IKM sarung Majalaya termasuk dirinya yang tidak merasakan adanya peningkatan omzet saat Ramadan sampai menjelang idulfitri seperti sekarang.

Hal tersebut dikarenakan banyak produk impor sarung dari Cina yang dijual dengan harga lebih murah. Sehingga, sarung made in Majalaya menjadi tergulung oleh produk impor.

Menurut Agus, masuknya impor sarung dari cina sudah terjadi sejak tiga tahun lalu. Namun, produk impor dari negeri tirai bambu tersebut tidak laku di pasaran, sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap omset IKM tekstil Majalaya.

"Tiga tahun lalu mulai datang sarung impor dari cina. Mungkin mereka ujicoba dulu dan ternyata tidak laku. Sekarang mereka telah mengetahui pasar kita, datang lagi produk yang sama dengan harga lebih murah," paparnya.

Bukan hanya kesamaan dalam produk dan harga lebih murah. Sarung "Majalaya" impor dari Cina juga mempunyai merek dagang yang disesuaikan dengan merek-merek dagang yang ada di Indonesia.

Dijelaskan, dengan datangnya produk sarung "Majalaya" dari Cina, membuat banyak IKM di Majalaya menjadi kehilangan omset saat ramadan.

Membanjirnya produk tekstil impor tersebut, terjadi setelah pemerintah membuat kebijakan yang membuka keran impor bagi pedagang pemegang izin angka pengenal importir umum. Yakni, diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 64 Tahun 2017.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar